Pertumbuhan Ekonomi Luwu Timur 2025 disebut Lebih Inklusif-Berdampak
2 min read
Ilustrasi Kabupaten Luwu Timur. (Foto: Lutim Terkini)
Majesty.co.id, Luwu Timur – Data perbandingan performa ekonomi Kabupaten Luwu Timur tahun 2023 dan 2025 menunjukkan fenomena menarik. Meskipun pertumbuhan ekonomi pada tahun 2025 tercatat lebih moderat dibandingkan tahun 2023.
Angka kemiskinan Luwu Timur di bawah kepemimpinan Irwan Bachri Syam – Puspawati Husler (Ibas–Puspa) justru turun signifikan.
Pada tahun 2023, di bawah kepemimpinan Budiman – Akbar, pertumbuhan ekonomi tercatat tinggi di angka 9 persen, namun jumlah penduduk miskin Luwu Timur justru bertambah sekitar 680 jiwa.
Sebaliknya, pada tahun 2025, pertumbuhan ekonomi berada di angka 3,7 persen, tetapi angka kemiskinan berhasil ditekan turun hingga 2.100 jiwa.
Data-data ini diuraikan kandidat doktor Ilmu Ekonomi Unhas, Afrianto. Ia menilai, fenomena tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan tidak selalu linear.
“Pertumbuhan yang besar bisa saja tidak berdampak langsung pada masyarakat berpenghasilan rendah jika sifatnya tidak inklusif,” kata Afrianto dalam keterangan tertulis, Minggu (1/3/2026).
Menurutnya, pertumbuhan tinggi pada tahun 2023 diketahui ditopang oleh sektor padat modal seperti industri ekstraktif dan komoditas ekspor Luwu Timur.
Di sisi lain, sektor ini memiliki kontribusi besar terhadap PDRB.
“Namun daya serap tenaga kerjanya terbatas bagi kelompok masyarakat bawah, sehingga manfaat ekonomi tidak merata,” imbuh Afrianto.
Sementara itu, pertumbuhan 3,7 persen pada tahun 2025 dinilai lebih berkualitas karena tersebar pada sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Sektor pertanian, perdagangan, jasa, serta usaha mikro dan kecil menjadi motor penggerak yang memiliki daya serap tenaga kerja lebih besar.
Kondisi ini memberikan dampak langsung pada peningkatan pendapatan rumah tangga di tingkat akar rumput.
“Penurunan kemiskinan yang mencapai 2.100 jiwa pada tahun 2025 menjadi indikator bahwa arah kebijakan ekonomi saat ini lebih menyentuh kebutuhan nyata rakyat,” kata Afrianto.
Afrianto menandaskan capaian kepemimpinan Ibas–Puspa ini menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak semata diukur dari tingginya angka pertumbuhan, melainkan dari kemampuan pemerintah dalam menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata di Luwu Timur.
