16/02/2026

Majesty.co.id

News and Value

Nelayan Tewas Tersapu Ombak, BPBD Makassar Imbau Waspada Cuaca Ekstrem

2 min read
Seorang nelayan bernama Anto tewas tersapu ombak saat memasang jaring ikan di Pantai Indah Bosowa, Kota Makassar.
Tim BPBD Makassar mengevakuasi jasad nelayan yang tenggelam di Pantai Indah Bosowa, Minggu (1/2/2026). (Foto: Humas BPBD Makassar)

Majesty.co.id, Makassar — Insiden maut menimpa seorang nelayan di kawasan Pantai Indah Bosowa, Kota Makassar. Korban bernama Anto (33) ditemukan meninggal dunia oleh personel BPBD Makassar setelah sempat terseret arus kencang saat sedang memasang jaring ikan.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Fadli Tahar mengatakan, peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WITA pada Senin (2/2/2026).

Saat itu, korban bersama rekannya sedang beraktivitas memasang jaring di sekitar bibir pantai. Namun, cuaca yang mendung memicu datangnya gelombang ombak yang tiba-tiba menghantam keduanya.

Kata Fadli, hantaman arus ombak yang kencang membuat kedua nelayan di lokasi tersebut terhempas.

Advertisement
Ikuti Saluran WhatsApp Majesty.co.id

Satu orang rekan korban dilaporkan berhasil menyelamatkan diri, sementara Anto tidak mampu melawan kuatnya tarikan air dan dinyatakan hilang terbawa arus.

“Korban sedang memasang jaring ikan di bibir pantai dan arus tiba-tiba kencang menghantam. Satu berhasil diselamatkan dan satu terbawa arus,” kata Fadli Tahar dalam keterangannya, Senin.

Mendapat laporan tersebut, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kota Makassar, Babinsa, Damkar, serta dibantu warga setempat langsung melakukan upaya pencarian di titik koordinat kejadian.

Meskipun terkendala kondisi gelombang dan arus yang cukup deras, tim akhirnya berhasil menemukan titik keberadaan korban.

Anto ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada pukul 11.40 WITA, atau sekitar satu setengah jam setelah dinyatakan hilang.

“Status korban ditemukan meninggal dunia pada pukul 11.40 WITA,” kata Fadli.

Pasca ditemukan, jenazah korban tidak dibawa ke rumah sakit melainkan langsung dievakuasi oleh petugas dan pihak keluarga menuju rumah duka untuk proses pemakaman.

Atas kejadian itu, BPBD Makassar kembali mengimbau para nelayan dan warga di pesisir untuk lebih waspada terhadap perubahan arus laut yang ekstrem.

“Terutama saat kondisi cuaca sedang mendung atau hujan,” tandas Fadli.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.