Bareng Pangdam-Kapolda, Deklarasi Damai Pemuda Sulsel Serukan Setop Kekerasan
3 min read
Sejumlah pemuda mendeklarasikan perdamaian di Monumen Mandala, Kota Makassar, Rabu (28/10/2026). (Ist)
Majesty.co.id, Makassar — Sejumlah kelompok pemuda di Kota Makassar menggelar Deklarasi Damai bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda 2026.
Deklarasi damai pemuda tersebut diikuti ribuan peserta dari berbagai elemen di Monumen Mandala, Makassar, Rabu (28/10/2026).
Deklarasi damai para pemuda dihadiri Kapolda Sulsel Irjen Pol Awal Chairuddin, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen Bangun Nawoko.
Dalam acara ini, sejumlah pemuda menyerahkan senjata tajam jenis badik dan panah busur. Hal itu sebagai simbol menghentikan aksi kekerasan yang kerap terjadi di Makassar.
Ketua Panitia Deklarasi Damai Kelompok Pemuda Sulawesi Selatan, Putra Pratama Ramadhan, menyerukan kepada seluruh elemen pemuda untuk mengakhiri perselisihan dan memperkuat persaudaraan demi menjaga keamanan serta kedamaian daerah.
Putra menegaskan, deklarasi damai tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial.
Menurutnya, momentum tersebut harus menjadi titik awal perubahan sikap dan komitmen nyata seluruh kelompok pemuda untuk membangun hubungan yang lebih harmonis.
Ia menilai perbedaan kelompok, pandangan, maupun latar belakang tidak semestinya menjadi alasan untuk mempertahankan permusuhan.
Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan dalam membangun solidaritas dan menjaga masa depan Sulawesi Selatan.
“Damai bukan sekadar ikrar yang kita ucapkan, tetapi komitmen yang harus kita jaga bersama. Saya menyerukan kepada seluruh kelompok pemuda di Sulawesi Selatan untuk mengakhiri perselisihan, meruntuhkan sekat-sekat perbedaan dan kembali merajut persaudaraan,” kata Putra.
Ia juga mengingatkan bahwa pemuda memiliki tanggung jawab moral untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Karena itu, energi dan solidaritas antarkelompok perlu diarahkan pada kegiatan positif yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Jangan biarkan ego kelompok mengalahkan kepentingan bersama. Tidak ada kemenangan dalam permusuhan, dan tidak ada kehormatan dalam pertikaian yang merugikan masyarakat,” ujarnya.
Putra berharap deklarasi tersebut menjadi awal terbentuknya komitmen perdamaian yang berkelanjutan sekaligus memperkuat komunikasi antarkelompok pemuda di berbagai wilayah Sulawesi Selatan.
Menurutnya, keberhasilan deklarasi tidak semata-mata diukur dari banyaknya peserta yang hadir, tetapi juga dari kemampuan setiap kelompok menjaga komitmen perdamaian setelah kegiatan berakhir.
“Makassar harus damai, Sulawesi Selatan harus bersatu. Berbeda kelompok, tetap satu tujuan. Berbeda pandangan, tetap bersaudara. Kita memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga daerah ini agar tetap aman, damai, dan bermartabat,” tutupnya.
Melalui deklarasi tersebut, kelompok pemuda Sulawesi Selatan diharapkan semakin aktif merawat persaudaraan dan membangun budaya penyelesaian persoalan melalui dialog serta komunikasi yang mengedepankan perdamaian.
PEMBERITAHUAN HAK CIPTA: Seluruh konten yang dipublikasikan di Majesty.co.id dilindungi dan tidak diperkenankan untuk diambil, disalin, didistribusikan, dipublikasikan ulang, maupun digunakan untuk keperluan crawling atau pengindeksan otomatis oleh sistem AI tanpa izin tertulis dari Redaksi Majesty.co.id.
