Sumpah Pemuda, Appi Rangkul Organisasi Kepemudaan Majukan Makassar
3 min read
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin usai upacara Sumpah Pemuda di Balai Kota Makassar. (Foto: Ist)
Majesty.co.id, Makassar — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi mengajak seluruh elemen pemuda memperkuat persatuan dan kolaborasi dengan pemerintah dalam membangun Kota Makassar.
Ajakan tersebut disampaikan Appi dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 yang digelar di pelataran Kantor Balai Kota Makassar, Rabu (28/10/2026).
Menurut Appi, pemuda bukan sekadar generasi penerus, melainkan motor penggerak perubahan yang memiliki gagasan, energi, dan aspirasi penting bagi kemajuan kota.
“Karena itu, membangun Makassar membutuhkan ruang dialog yang terbuka, kolaborasi yang kuat, serta keterlibatan pemuda tanpa sekat antara organisasi, kelompok, maupun pemerintah,” jelas Appi.
Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda tersebut dihadiri perwakilan organisasi kepemudaan (OKP), pelajar, serta berbagai elemen pemuda.
Ketua KNPI Kota Makassar, Baso Muhammad Iqram, bertindak sebagai pemimpin upacara, sementara Munafri menjadi inspektur upacara.
Kehadiran berbagai organisasi kepemudaan menjadi momentum untuk mempererat komunikasi antara pemerintah dan generasi muda sekaligus menyatukan gagasan dalam mendukung pembangunan kota.
Munafri ingin memastikan aspirasi pemuda mendapat ruang untuk didengar dan gagasan konstruktif mereka dapat menjadi bagian dari arah kebijakan serta program pembangunan Pemerintah Kota Makassar.
Ia menilai semangat persatuan yang diwariskan para pemuda pada 1928 perlu diwujudkan melalui kerja sama nyata, bukan dengan berjalan sendiri-sendiri.
“Sebab, membangun kota tidak cukup hanya dengan kebijakan pemerintah. Dibutuhkan keterbukaan, dan kemitraan yang kuat dengan pemuda agar Makassar tumbuh menjadi kota yang semakin maju, inklusif, dan memberi ruang bagi setiap setiap generasi untuk berkontribusi,” tutur Appi.
Dalam amanatnya sebagai inspektur upacara, Appi juga membacakan sambutan seragam peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98.
Ia mengingatkan bahwa semangat persatuan para pemuda pada 1928 harus terus hidup dan diwujudkan melalui karakter serta tindakan nyata generasi penerus bangsa.
“Semangat itu harus terus hidup, bukan hanya dalam ingatan kita, tetapi dalam karakter setiap generasi penerus bangsa,” demikian pesan dalam amanat yang dibacakan Appi.
Appi menekankan bahwa kemajuan Indonesia tidak cukup diukur dari pembangunan gedung tinggi, kecanggihan teknologi, maupun kekayaan yang dimiliki.
Kemajuan juga harus ditopang kualitas manusia, karakter yang kuat, kecintaan terhadap tanah air, serta kepedulian terhadap sesama.
Karena itu, generasi muda diharapkan menanamkan tiga nilai utama, yakni patriotisme, kegigihan, dan empati.
Patriotisme perlu diwujudkan melalui pengabdian dan tindakan nyata bagi bangsa. Kegigihan berarti tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan maupun kegagalan, sedangkan empati mendorong generasi muda untuk peka terhadap persoalan orang lain.
“Nilai tersebut saling melengkapi dalam membangun generasi yang tangguh sekaligus memiliki nurani kemanusiaan,” kata Appi mengutip sambutan seragam tertulis.
“Patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya, kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arah, dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya,” sambung Appi.
PEMBERITAHUAN HAK CIPTA: Seluruh konten yang dipublikasikan di Majesty.co.id dilindungi dan tidak diperkenankan untuk diambil, disalin, didistribusikan, dipublikasikan ulang, maupun digunakan untuk keperluan crawling atau pengindeksan otomatis oleh sistem AI tanpa izin tertulis dari Redaksi Majesty.co.id.
