Survei Unhas: 69 Persen Warga di Indonesia Timur Susah Dapat Kerja Era Prabowo
3 min read
Tangkapan layar. Kepala LPPM Unhas Imam Mujaidin Fahmi memaparkan hasil survei Indonesia Timur. (Foto: Unhas TV)
Majesty.co.id, Makassar — Survei Litbang Opini Publik, Demokrasi dan Pengambunan LPPM Universitas Hasanuddin (Unhas) mengungkap bahwa 69 persen responden di wilayah Indonesia bagian timur menilai lapangan pekerjaan sulit diperoleh.
Temuan tersebut muncul dalam survei Unhas tentang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Survei berlangsung pada 23 September hingga 9 Oktober 2026 dengan melibatkan 900 responden dari Sulawesi, Kalimantan, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.
Kepala LPPM Unhas Imam Mujaidin Fahmi menjelaskan, pengumpulan data dilakukan melalui wawancara telepon menggunakan metode multistage random sampling.
“Kita jadikan sebagai populasi di dalam riset ini riset ini mengambil sampel 900 responden dengan apa namanya tingkat kepercayaan seperti biasa 95 persen dan errornya kira-kira 3,4-3,7 persen,” kata Imam dalam konferensi pers yang ditayangkan Unhas TV, Rabu (21/10/2026).
Menurut Imam, sampel terbesar berasal dari Sulawesi Selatan sebesar 16 persen, disusul Nusa Tenggara Timur 10 persen, serta Nusa Tenggara Barat dan Kalimantan Barat masing-masing 9,4 persen.
“Dan Nusa Tenggara Barat 9,4 persen. Itu sama dengan Kalimantan Barat, Kalimantan Timur 7 persen, Kalimantan Selatan 7 persen, Sulawesi Tengah 5,5 persen, Sulawesi Tenggara 5 persen dan seterusnya. Yang paling kecil adalah Kalimantan Utara 1,1 persen komposisi responden laki perempuan-perempuan 51 persen,” jelas Imam.
Mayoritas Responden Sulit Mendapat Pekerjaan
Hasil survei menunjukkan 51 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Prabowo-Gibran.
Namun, di tengah tingkat kepuasan tersebut, sebanyak 69 persen responden menilai lapangan pekerjaan masih sulit diperoleh.
Imam menyebut kesulitan mendapatkan pekerjaan menjadi salah satu persoalan menonjol yang dialami masyarakat berdasarkan hasil survei.
“69 persen yang menilai pekerjaan sulit diperoleh ini persoalan, cara memperoleh nafkah ya. Jadi kesulitan akses,menjadi persoalan menonjol dalam pengalaman responden,” ungkap Imam.
Selain persoalan lapangan kerja, LPPM Unhas turut memotret dua program strategis pemerintah, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Hasilnya, sebanyak 37 persen rumah tangga responden tercatat memiliki anggota keluarga yang menerima manfaat MBG. Sementara itu, 71 persen responden mengaku belum mengetahui program KDMP.
“Kemudian ada 37 rumah tangga memiliki anggota yang masih menerima MBG itu di secara keseluruhan cuma 37 persen di Indonesia Timur, 71 persen tidak mengetahui tentang KDMP ini dua program strategis pemerintah yang dipotret oleh kita,” kata Imam.
Temuan ini memperlihatkan bahwa akses lapangan pekerjaan masih menjadi perhatian penting di wilayah yang disurvei, meskipun lebih dari separuh responden menyatakan puas terhadap kinerja pemerintah pusat.
PEMBERITAHUAN HAK CIPTA: Seluruh konten yang dipublikasikan di Majesty.co.id dilindungi dan tidak diperkenankan untuk diambil, disalin, didistribusikan, dipublikasikan ulang, maupun digunakan untuk keperluan crawling atau pengindeksan otomatis oleh sistem AI tanpa izin tertulis dari Redaksi Majesty.co.id.


