30/09/2026

Majesty.co.id

News and Value

Mati Lampu Bergilir di Gowa Tak Sesuai Pengumuman PLN, Keselamatan Tukang Las Terancam

3 min read
Pemadaman listrik mendadak juga dapat membahayakan pekerja yang sedang menggunakan mesin gerinda atau peralatan listrik lainnya.
Abdul Rahim, tukang las di Perumahan Green Nurhidayat, Kelurahan Romang Polong, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa terdampak pemadaman listrik PLN pada Selasa (29/9/2026). (Foto: Majesty.co.id/Str/Anca)

Majesty.co.id, Gowa — Pemadaman listrik bergilir tidak sesuai jadwal yang diumumkan PT PLN, memberi dampak serius terhadap pelaku usaha dan aktivitas warga. Tidak hanya mengganggu, mati lampu bergilir juga berbahaya bagi pekerjaan tukang las.

Bahaya mati lampu tak sesuai jadwal membayangi Abdul Rahim, seorang tukang las di Perumahan Green Nurhidayat, Kelurahan Romang Polong, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Listrik di rumahnya pada Selasa (29/9/2026) malam ini padam. Begitu juga rumah tetangga. Abdul Rahim resah pemadaman tak sesuai pengumuman PLN.

“Meresahkan sekali, apalagi saya kerjaanku bengkel bagian pengelasan harusnya ini sudah menyalahmi, lewatmi,” kata Abd Rahim saat ditemui di bengkelnya, Selasa malam dalam suasana gelap.

Menurutnya, pemadaman dijadwalkan berlangsung sekitar pukul 19.30 hingga 22.00 Wita. Namun, hingga pukul 22.51 Wita, listrik belum juga menyala.

“Di situ tadi waktunya 19.00 sampai 22.00 WITA lewatmi, apalagi banyak atau rawan kecelakaan di bengkel,” ujarnya.

Rahim mengatakan pemadaman mendadak juga dapat membahayakan pekerja yang sedang menggunakan mesin gerinda atau peralatan listrik lainnya.

“Tiba-tiba kita maggerinda atau bagaimana langsung mu kasih mati lampu, kagetki gerinda, kaget dan lompatki di mata bagaimana, kita na rusaki,” tuturnya.

Pengumuman PLN soal pemadaman listrik di wilayah Gowa dari ponsel Abdul Rahim. (Foto: Majesty.co.id/Str/Anca)

Ia berharap mati lampu bergilir dilakukan sesuai jadwal sehingga masyarakat dapat menyesuaikan aktivitas.

“Saya mauku ini, kalau memang dijadwalkan sesuai dengan jadwalnya saja,” katanya.

“Kalau memang 4 jam 5 jam mati tepat sama waktunya,” sambungnya.

Ganggu Aktivitas Keluarga


Pemadaman listrik juga berdampak pada kondisi keluarganya di rumah. Abdul Rahim mengaku punya bayi berusia tiga bulan yang ikut terganggu akibat rumah gelap dan banyak nyamuk.

“Jangan kita menunggu tong meki ada anak kecilta juga kodong umur tiga bulan, tidak bisa tidur banyak tongmi nyamuk,” ucapnya dalam dialek bugi Makassar.

Di bengkel, Abdul Rahim mengerjakan berbagai produk berbahan besi seperti kanopi, pagar, railing, dan teralis.

“Saya paling butuh listrik karena bengkel las,” ujarnya.

“Banyak, kanopi, pagar, relling stand tandong air, tralis dan banyak lagi,” katanya.

Ia meminta Pemerintah Kabupaten Gowa dan PLN mencari solusi agar mati lampu bergilir tidak terus menghambat aktivitas warga dan pelaku usaha.

“Jadi pemerintah kabupaten Gowa khususnya khususnya PLN, seperti saya ini kerjanya yah bengkel mengusaha-ngusaha supaya ada solusinya ini mati lampu,” katanya.

Abdul Rahim berharap pasokan listrik segera kembali normal.

“Segera normal kembali,” harapnya.

Ia juga meminta solusi apabila kondisi serupa terus terjadi, terutama bagi pelaku usaha yang sangat bergantung pada listrik.

“Harus dicarikan solusi, kita ini tidak bisa kalau tidak ada solusinya ini listrik,” tegasnya.

Listrik di rumah Abdul Rahim si tukang las baru menyala pada pukul 23:51 WITA atau lewat hampir 2 jam dari pengumuman PLN.


Penulis: Anca/Str

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.