23/08/2026

Majesty.co.id

News and Value

KKN-TB Unhas Perkuat Respons Pasca Gempa di Manggarai Timur NTT

3 min read
Aksi kemanusiaa tersebut menjadi bagian dari respons langsung Unhas dalam membantu masyarakat selama masa pemulihan pasca gempa bumi.
Tim KKN-TB Unhas di Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur. (Foto: Ist)

Majesty.co.id, Manggarai Timur – Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik Tanggap Bencana (KKN-TB) Universitas Hasanuddin (Unhas) memberikan layanan kesehatan kepada 64 warga dan pendampingan psikososial kepada 13 anak di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur.

Aksi kemanusiaa tersebut menjadi bagian dari respons langsung Unhas dalam membantu masyarakat selama masa pemulihan pasca gempa bumi.

Pada hari ketiga pelaksanaan, Jumat (21/8/2026), tim kesehatan KKN-TB Unhas memberikan layanan pemeriksaan kesehatan dan obat kepada warga di wilayah pendampingan.

Pada waktu yang sama, tim juga menggelar kegiatan psikososial bagi 13 anak melalui senam pagi, mewarnai, dan menyusun puzzle.

Pendampingan kemudian dilanjutkan dengan kegiatan senam pagi dan trauma healing pada Sabtu (22/8/2026).

Dukungan tim Unhas tidak hanya berfokus pada kesehatan dan pemulihan psikologis. Tim lapangan juga melakukan survei kebutuhan WC untuk memetakan kondisi sanitasi warga serta memasang penerangan di sejumlah lokasi.

Langkah tersebut dilakukan berdasarkan kebutuhan masyarakat sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap pemulihan aktivitas warga di lokasi terdampak.

Anggota Tim KKN-TB Unhas, Muhammad Aflahal Mukmin, mengatakan aktivitas masyarakat mulai kembali berjalan berdasarkan pemantauan langsung tim. Namun, mobilitas warga masih terbatas dan kebutuhan pendampingan pascabencana masih dirasakan.

“Perubahan yang paling terlihat adalah warga mulai lebih terbantu secara kebutuhan dasar, terutama logistik, dan lebih tenang secara psikologis,” ujar Aflahal.

Menurut mahasiswa Program Studi Ilmu Hubungan Internasional FISIP Unhas angkatan 2023 tersebut, dampak kehadiran tim dalam tiga hari pelaksanaan memang belum terlalu terlihat pada aspek konstruksi bangunan.

Namun, dukungan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat mulai dirasakan, terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar dan pendampingan psikologis.

Di sisi lain, kondisi masyarakat di desa lokasi pendampingan masih sangat terdampak gempa susulan. Situasi tersebut turut membatasi mobilitas warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Ketua Pendamping Tim Unhas, Ilham Alimuddin, terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan pendampingan sesuai kondisi di lapangan.

Pendampingan mencakup sejumlah kebutuhan, mulai dari layanan kesehatan, psikososial, logistik, sanitasi hingga fasilitas dasar di posko.

Sementara itu, berdasarkan pembaruan kanal utama BMKG pada Jumat (21/8/2026) pukul 17.00 WIB, tercatat 4.638 gempa susulan setelah gempa Flores berkekuatan magnitudo 7,7.

Gempa susulan terbesar tercatat bermagnitudo 6,2, sementara 119 gempa susulan dirasakan masyarakat.

Kondisi tersebut membuat pendampingan terhadap masyarakat terdampak tetap diperlukan, khususnya dalam memastikan kebutuhan dasar, kesehatan, dan pemulihan psikologis warga dapat terus terpenuhi.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.