21/07/2026

Majesty.co.id

News and Value

Listan Tegaskan Provinsi Luwu Raya Tanpa Toraja, Sentil Manuver Anggota DPR RI

3 min read
perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya sejak awal tidak pernah memasukkan wilayah Toraja sebagai bagian dari wilayah administratif provinsi yang diusulkan.
Tokoh masyarakat Luwu, Listan. (Foto: Istimewa)

Majesty.co.id, Luwu – Tokoh masyarakat Kabupaten Luwu, Listan, kembali menegaskan bahwa konsep pembentukan Provinsi Luwu Raya sebagai daerah otonomi baru (DOB) tidak memasukkan wilayah Kabupaten Tana Toraja maupun Kabupaten Toraja Utara.

Menurutnya, wilayah calon Provinsi Luwu Raya yang selama ini diperjuangkan Badan Pekerja Pembentukan DOB hanya mencakup Kabupaten Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, Kota Palopo, serta Kabupaten Luwu Tengah yang saat ini masih diperjuangkan untuk dimekarkan dari Kabupaten Luwu.

Pernyataan tersebut disampaikan Listan sebagai respons atas langkah Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Frederick Kalalembang, yang bertemu Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman di Jakarta, Sabtu (18/7/2026), untuk membahas isu Provinsi Luwu Raya dan Toraja.

“Tidak ada Toraja dalam agenda pembentukan Provinsi Luwu Raya. Hanya ada Luwu, Palopo, Luwu Tengah, Luwu Utara, dan Luwu Timur. Itu sudah final dan menjadi bagian dari konsensus perjuangan yang selama ini dibangun oleh seluruh elemen masyarakat Luwu Raya,” kata Listan dalam keterangan tertulis, Minggu (19/7/2026).

Advertisement
Ikuti Saluran WhatsApp Majesty.co.id

Berdasarkan sejumlah pemberitaan, Frederick Kalalembang dalam pertemuan tersebut membahas kemungkinan integrasi wilayah Toraja dan Luwu dengan alasan memiliki kedekatan budaya.

Namun, Listan menegaskan perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya sejak awal tidak pernah memasukkan wilayah Toraja sebagai bagian dari wilayah administratif provinsi yang diusulkan.

Menurutnya, komposisi wilayah calon Provinsi Luwu Raya telah menjadi kesepakatan bersama selama bertahun-tahun sehingga tidak perlu diperdebatkan kembali.

Ia berharap seluruh pihak menghormati sejarah panjang perjuangan masyarakat Luwu Raya dalam memperjuangkan pembentukan daerah otonomi baru tersebut.

“Perjuangan ini lahir dari aspirasi Wija to Luwu dan masyarakat Luwu Raya yang memiliki sejarah panjang. Karena itu, mari kita saling menghormati perjuangan masing-masing dan tetap menjaga fokus agar cita-cita pembentukan Provinsi Luwu Raya dapat segera terwujud,” tegasnya.

Listan juga mengingatkan seluruh masyarakat Luwu Raya agar tetap menjaga persatuan dan tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang dinilai dapat mengganggu arah perjuangan.

“Saya mengingatkan seluruh Wija to Luwu agar tetap menjaga persatuan dan konsistensi perjuangan. Jangan sampai ada pihak-pihak tertentu yang mencoba menyusup atau membelokkan agenda besar yang selama ini telah diperjuangkan bersama,” ujarnya.

Di sisi lain, Listan mengapresiasi langkah Badan Pekerja Pembentukan DOB Provinsi Luwu Raya yang lebih dahulu melakukan pertemuan dengan Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman.

Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi momentum penting karena menunjukkan perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya mulai mendapat perhatian di tingkat nasional.

“Ini adalah langkah yang sangat maju. Perjuangan Provinsi Luwu Raya kini semakin memperoleh ruang dalam pembahasan strategis di tingkat nasional. Tentu ini semakin mendekatkan harapan masyarakat Luwu Raya untuk mewujudkan provinsi yang selama puluhan tahun diperjuangkan bersama,” katanya.

Ia menilai perkembangan tersebut harus menjadi momentum bagi seluruh elemen masyarakat Luwu Raya untuk terus menjaga soliditas hingga cita-cita pembentukan Provinsi Luwu Raya dapat terwujud.

Hingga berita ini diturunkan, Frederick Kalalembang belum memberikan tanggapan terkait kabar mengenai usulannya memasukkan wilayah Toraja ke dalam calon Provinsi Luwu Raya.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.