Program Mandalish Luwu Timur Siapkan SDM Lokal Hadapi Gelombang Investasi
3 min read
Peserta Mandalish asal Luwu Timur mengikuti kursus Bahasa Inggris dan Mandarin di Pare, Kediri. (Foto: Istimewa)
Majesty.co.id, Luwu Timur – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) lokal agar mampu bersaing dan mengambil peluang kerja di tengah derasnya arus investasi yang mulai masuk ke daerah.
Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah melalui Program Mandalish, kursus intensif Bahasa Mandarin dan Bahasa Inggris bagi masyarakat usia produktif.
Program yang saat ini diikuti oleh 75 peserta dari berbagai desa di Luwu Timur, digagas sebagai bekal bagi masyarakat untuk meningkatkan daya saing, khususnya menghadapi kebutuhan tenaga kerja di sektor industri dan pertambangan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Luwu Timur, Awaluddin, mengatakan, Program Mandalish merupakan strategi pemerintah daerah dalam menyiapkan tenaga kerja lokal.
Mereka dibekali kompetensi bahasa asing, sehingga mampu bersaing ketika peluang kerja mulai terbuka.
“Program ini memang baru berjalan sekitar satu bulan, tetapi progres peserta sangat baik. Bahkan sudah ada beberapa peserta yang mulai mampu berkomunikasi menggunakan Bahasa Mandarin,” ujar Awaluddin, Senin (22/6/2026)
Ia menjelaskan, Program Mandalish merupakan gabungan dari pembelajaran Bahasa Mandarin selama tiga bulan dan Bahasa Inggris selama satu bulan.
Dengan begitu, peserta tidak hanya dibekali kemampuan berbahasa Mandarin, tetapi juga Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional.
Menurutnya, kemampuan berbahasa asing menjadi kebutuhan yang semakin penting seiring masuknya sejumlah investor ke Luwu Timur, terutama investor asal China yang membutuhkan tenaga kerja dengan kemampuan komunikasi yang baik.
“Harapannya, ketika sektor pertambangan mulai beroperasi dan kebutuhan tenaga kerja meningkat, peserta yang memiliki kemampuan bahasa asing ini akan memiliki peluang lebih besar untuk direkrut oleh perusahaan,” jelasnya.
Awaluddin menambahkan, kemampuan tersebut membuka kesempatan bagi peserta untuk menempati berbagai posisi strategis, seperti translator, guide, maupun pekerjaan lain yang membutuhkan penguasaan bahasa asing.
Meski demikian, ia menegaskan Program Mandalish tidak mengikat peserta untuk bekerja di perusahaan tertentu.
Program ini lebih diarahkan sebagai bekal kompetensi agar mereka memiliki nilai tambah saat mengikuti proses rekrutmen.
“Dengan kemampuan bahasa yang mereka miliki, tentu peluang mereka untuk dicari dan diprioritaskan oleh perusahaan akan semakin besar,” tegasnya.
Sementara itu, salah seorang peserta asal Desa Bonepute, Kecamatan Burau, John Firdaus, yang juga menjabat sebagai ketua angkatan, mengaku merasakan manfaat besar sejak mengikuti pelatihan tersebut.
“Baru satu bulan mengikuti pembelajaran, peningkatan kemampuan kami sudah cukup terasa, terutama untuk penguasaan dasar Bahasa Mandarin. Memang bahasa ini dikenal sebagai salah satu bahasa tersulit di dunia, tetapi dengan semangat teman-teman, saya yakin kami bisa mencapai target yang diharapkan,” ungkap John dalam sambungan telepon, Senin (22/6/2026)
Ia juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Luwu Timur yang terus menghadirkan program peningkatan kualitas SDM melalui dukungan anggaran daerah.
“Terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Bupati yang telah memikirkan masa depan generasi muda. Menurut saya, ini adalah keputusan yang sangat tepat di tengah persaingan dunia kerja dan dunia usaha yang semakin ketat,” tutupnya.
Penulis: Huzein
