Setelah Dibujuk, Pedagang di Parangloe Makassar Bongkar Sendiri Kios PKL
2 min read
Proses pembongkaran lapak pedagang kaki lima atau PKL di Parangloe, Tamalanrea, Kota Makassar, Senin (4/5/2026). (Foto: Humas Diskominfo Makassar)
Majesty.co.id, Makassar – Sejumlah pemilik lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kelurahan Parangloe, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, pada Senin (4/5/2026) membongkar lapaknya yang selama 10 tahun berdiri di atas drainase.
Tercatat ada 6 lapak PKL yang dibongkar sendiri pemiliknya di Parangloe Makassar. Ini dilakukan setelah pemerintah setempat membujuk pemilik kios.
Camat Tamalanrea, Andi Patiroi memberikan apresiasi tinggi kepada warganya atas perubahan cara pandang terhadap ruang publik.
Ia menilai tindakan ini merupakan sinyal positif tumbuhnya kolaborasi antara warga dan pemerintah dalam menjaga fungsi fasilitas kota.
“Kurang-lebih ada enam kios yang dibongkar mandiri oleh pemiliknya, dan itu sudah berdiri lebih dari 10 tahun di atas saluran drainase,” ujar Andi Patiroi dalam keterangan tertulis.
Andi menekankan bahwa pembongkaran ini memberikan dampak besar terhadap optimalisasi drainase sebagai upaya pencegahan banjir, sekaligus mengembalikan hak pejalan kaki di area pedestrian.
Menurutnya, ruang publik harus dijaga fungsinya demi kepentingan yang lebih luas.
“Ini, sebuah sinyal positif bahwa kolaborasi antara warga dan pemerintah, gerakan nyata saling menjaga Kota,” tuturnya.
Pemerintah Kecamatan Tamalanrea berkomitmen untuk terus mengedepankan pendekatan humanis dan edukatif dalam menata wilayah.
Andi menjelaskan bahwa komunikasi yang baik menjadi kunci agar masyarakat memahami bahwa aturan yang ditegakkan adalah untuk kebaikan bersama.
“Kami terus melakukan edukasi dan pendekatan persuasif di titik-titik lain. Harapannya, masyarakat bisa memahami bahwa ini untuk kepentingan bersama, bukan semata penertiban,” jelasnya.
Langkah sukarela warga Tamala’lang ini diharapkan menjadi contoh bagi wilayah lain di Kota Makassar.
Kesadaran untuk tidak mendirikan bangunan di atas fasilitas umum dinilai mampu mempercepat terciptanya lingkungan yang tertib dan bebas genangan air.
“Kami Pemerintah Kecamatan Tamalanrea, berkomitmen untuk terus menjaga fungsi fasilitas umum, sekaligus menciptakan wajah kota yang lebih nyaman,” pungkas Andi Patiroi.
