PDAM Makassar bakal Pompa Air dari Moncongloe untuk Suplai Wilayah Utara
2 min read
Ilustrasi PDAM Makassar. (Foto: Google Local Guide/Arman Suntoro)
Majesty.co.id, Makassar – Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar mulai melakukan langkah antisipasi guna menghadapi ancaman krisis air bersih di wilayah utara kota, menyusul prediksi BMKG terkait puncak musim kemarau pada Juni hingga Agustus mendatang.
Pelaksana Tugas Direktur Utama PDAM Makassar Andi Syahrum Makkuradde menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor telah dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan di wilayah utara.
Langkah antisipasi PDAM Makassar melibatkan kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan guna memastikan ketersediaan air baku.
“Iya, jadi itu pasti kita lakukan ya, dengan tentu bekerja sama dengan beberapa stakeholder yang ini,” ujar Andi Syahrum saat ditemui di Makassar, Rabu (29/4/2026).
Salah satu solusi teknis yang disiapkan adalah skema pemompaan air dari Moncongloe, Kabupaten Maros, untuk menyuplai kawasan utara yang selama ini mengalami kekurangan tekanan.
Rencana penggunaan pompa tersebut juga telah dibahas bersama Komisi B DPRD Kota Makassar sebagai bagian dari solusi jangka pendek.
“Nanti ada pompa nanti yang akan diterapkan sehingga bisa memompa bisa terpenuhilah nanti,” kata Andi Syahrum.
Berdasarkan evaluasi lapangan, kendala utama di wilayah utara saat ini adalah penurunan debit air dari sumber utama, di mana saat ini debit air berada di angka 300 liter per detik dari kondisi normal 400 liter per detik.
Selain perbaikan teknis pada jaringan pipa, PDAM Makassar juga menyiagakan armada mobil tangki untuk menjangkau warga yang terdampak kekeringan.
Upaya ini diperkuat dengan kolaborasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam penyediaan tandon komunal di tingkat RT/RW.
“Kalau masalah kemarau panjang, El Nino, itu tentu kita sudah siapkan juga mobil tangki,” tegas Andi Syahrum.
Ia menjelaskan bahwa dalam kerja sama tersebut, BPBD menyediakan infrastruktur tandon berkapasitas 1.000 liter, sementara PDAM bertanggung jawab atas pengisian pasokan airnya.
Selain itu, program pembuatan sumur bor dari pemerintah provinsi juga diharapkan menjadi solusi tambahan bagi warga.
“Jadi itu namanya kerjasamanya. Terus ada program daripada provinsi itu untuk bagaimana membuat sumur-sumur bor yang bagus air tanahnya itu untuk membantu warga,” pungkasnya.
Penulis: Suedi
