30/04/2026

Majesty.co.id

News and Value

Proyek Olah Sampah Jadi Listrik di Makassar Resmi Dimulai

3 min read
Proyek PSEL Makassar dirancang untuk menjawab tantangan timbulan sampah di kawasan Mamminasata yang mencapai 1.000 ton per hari.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin (kiri) memperlihatkan dokumen perjanjian kerja sama proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) bersama Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq di rumah jabatan Gubernur Sulsel, Makassar, Sabtu (4/4/2026). (Foto: Humas Diskominfo Makassar)

Majesty.co.id, Makassar – Proyek mengolah sampah menjadi energi listrik di Kota Makassar resmi dimulai. Ini ditandai dengan Perjanjian Kerja Sama oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama Bupati Gowa dan Bupati Maros.

Dokumen kerja sama proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Makassar disaksikan Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Sabtu (4/4/2026).

Proyek PSEL Makassar dirancang untuk menjawab tantangan timbulan sampah di kawasan Mamminasata yang mencapai 1.000 ton per hari.

Hanif Faisol menjelaskan bahwa PSEL merupakan bagian dari program nasional untuk mengatasi persoalan sampah secara sistemik di perkotaan melalui konsep waste to energy.

Advertisement
Ikuti Saluran WhatsApp Majesty.co.id

“Ini suatu langkah panjang yang telah dilakukan, pelaksanaan kegiatan ini diharapkan mampu memotong generasi dari pengelolaan sampah sekarang ini,” ujar Hanif Faisol Nurofiq dalam arahannya.

Munafri Arifuddin menjelaskan bahwa pendekatan aglomerasi ini memastikan persoalan sampah tidak diselesaikan secara parsial atau sendiri-sendiri, melainkan melalui sinergi antarwilayah tetangga.

“Perjanjian kerja sama ini dibangun sistem aglomerasi dengan daerah sekitar (Maros dan Gowa),” jelas Munafri.

Ia memaparkan, saat ini timbulan sampah di Makassar mencapai 800 ton per hari dengan kapasitas pengangkutan baru sekitar 67 persen.

Dengan tambahan pasokan dari Kabupaten Gowa sebesar 150 ton dan Kabupaten Maros 50 ton per hari, fasilitas PSEL diproyeksikan mampu menghasilkan energi listrik sebesar 20 hingga 25 MegaWatt.

“Di Makassar hari ini sampah yang tercatat kurang lebih 800 ton per hari, ini sebenarnya masih cukup untuk kita maksimalkan,” kata pria yang akrab disapa Appi ini.

Appi juga menepis kekhawatiran warga mengenai dampak lingkungan.

Ia menegaskan bahwa teknologi PSEL yang akan dibangun di lahan seluas 7 hektare di kawasan TPA Tamangapa adalah teknologi modern yang sudah teruji dan memenuhi standar keamanan.

“Jadi pembangkit listrik ini modern, yang sudah teruji, yang tidak mungkin pemerintah membangun kalau tidak proven (terbukti),” tegas Appi.

Selain PSEL di sisi hilir, Pemerintah Kota Makassar juga tengah membenahi sistem hulu, termasuk peralihan metode dari open dumping menuju sanitary landfill.

Langkah ini diperkuat dengan pemilahan sampah berbasis RT/RW, optimalisasi bank sampah, hingga pemanfaatan teknologi RDF (Refuse Derived Fuel).

“Hari ini kita sudah memetakan semua blok-blok yang harus dilakukan cover soil setiap hari untuk memastikan bahwa tidak ada lagi open dumping yang bisa memberikan tingkat pencemaran yang tinggi di kota ini,” pungkasnya.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.