03/04/2026

Majesty.co.id

News and Value

Luwu Timur Gandeng Balai Pompengan Perkuat Program Sungai Berkelanjutan

2 min read
Langkah ini diambil Pemkab Luwu Timur guna memastikan program penataan sungai berdampak positif bagi masyarakat.
Wakil Bupati Luwu Timur Puspawati Husler (kedua kiri) pada rapat di kantor Balai Pompengan Kementerian PU di Kota Makasar. (Foto: Istimewa)

Majesty.co.id, Makassar – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menegaskan komitmennya dalam menjaga dan memelihara fungsi sungai secara berkelanjutan dengan menggandeng Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang Kementerian Pekerjaan Umum.

Langkah ini diambil Pemkab Luwu Timur guna memastikan program penataan sungai berdampak positif bagi masyarakat.

Komitmen Pemkab Luwu Timur tersebut ditandai dengan pertemuan strategis di Ruang Rapat Bili-Bili BBWS Pompengan Jeneberang, Kota Makassar, Kamis (2/4/2026).

Dalam forum ini, dilakukan penandatanganan Pakta Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Advertisement
Ikuti Saluran WhatsApp Majesty.co.id

Penandatanganan tersebut dilakukan oleh Wakil Bupati Luwu Timur, Puspawati Husler, bersama jajaran pimpinan BBWS Pompengan Jeneberang dan perwakilan PT Vale Indonesia.

Selain aspek integritas, pertemuan juga membahas evaluasi berkala terhadap pengelolaan sungai di wilayah Luwu Timur.

Salah satu poin utama yang didiskusikan adalah tindak lanjut hasil kegiatan pasca-pengerukan (dredging) fase I yang telah dipaparkan dalam forum tersebut.

Pemkab Luwu Timur dan BBWS sepakat untuk memperketat pengawasan teknis di lapangan.

Puspawati Husler menegaskan bahwa menjaga fungsi sungai merupakan hal vital demi keberlangsungan lingkungan dan kehidupan warga sekitar.

“Pengelolaan sungai harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Karena itu, kami menggandeng BBWS untuk memperkuat pengawasan serta melakukan evaluasi secara berkala agar pengelolaan sungai berjalan lebih optimal,” ujar Puspawati.

Puspawati menambahkan bahwa program normalisasi dan penataan sungai bukan sekadar upaya fisik untuk mengurangi risiko banjir, melainkan bagian dari tanggung jawab bersama menjaga kelestarian sumber daya air.

Ia berharap kolaborasi lintas sektor ini dapat terus ditingkatkan agar sistem pengelolaan sungai di Luwu Timur menjadi lebih responsif dan terukur melalui evaluasi yang dilakukan secara kontinu.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.