10/03/2026

Majesty.co.id

News and Value

WALHI Sulsel Fokus Perkuat Ruang Sipil, Ingatkan Bahaya Tambang di Wilayah Utara

3 min read
WALHI Sulsel berencana melakukan konsolidasi dengan berbagai elemen masyarakat sipil dalam kurun waktu tiga bulan ke depan.
Direktur Eksekutif Daerah WALHI Sulsel, Muhammad Al Amin (kiri) dalam konferensi pers di Kota Makassar beberapa waktu yang lalu. (Foto: Majesty.co.id/Arya)

Majesty.co.id, Makassar – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulawesi Selatan (Sulsel) menegaskan bahwa keadilan ekologi tidak akan terwujud tanpa adanya keterbukaan ruang sipil dan kebebasan berekspresi.

Direktur Eksekutif Daerah WALHI Sulsel, Muhammad Al Amin, menilai bahwa ruang sipil khususnya di Sulsel mengalami kemerosotan akibat adanya tekanan eksternal dari pemerintah.

Sehingga, kata Al Amin, ke depannya ini akan menjadi fokus WALHI Sulsel bersama NGO dan pegiat lingkungan lainnya untuk mengkonsolidasikan demi keadilan ekologi atau perbaikan lingkungan.

“Tahun ini kita akan lebih banyak melakukan konsolidasi. Kita melakukan konsolidasi dan sekarang ini kita punya agenda yang cukup besar ya, ada fokus kita masih soal perlindungan ekosistem esensial, hutan karst dan pesisir,” ujar Al Amin saat ditemui saat buka puasa bersama di Sekretariat WALHI Sulsel, Kompleks Permata Hijau Lestari, Jalan Hertasning, Kota Makassar, pada Sabtu (7/3/2026).

Advertisement
Ikuti Saluran WhatsApp Majesty.co.id

WALHI Sulsel berencana melakukan konsolidasi dengan berbagai elemen masyarakat sipil dalam kurun waktu tiga bulan ke depan.

Makanya dalam kurun waktu dalam tiga bulan ke depan, kami lebih banyak fokus akan fokus melakukan konsolidasi-konsolidasi NGO ya, konsolidasi-konsolidasi masyarakat sipil di Kota Makassar dan Sulsel.

Upaya konsolidasi ini dianggap sebagai fondasi utama sebelum mendorong agenda perlindungan ekosistem esensial seperti hutan karst dan wilayah pesisir.

WALHI Waspadai Ekspansi Pertambangan di Wilayah Utara Sulsel


Selain itu, WALHI Sulsel juga memberikan perhatian serius pada ancaman ekspansi pertambangan di wilayah utara Sulsel.

Organisasi ini sedang menggagas program dekarbonisasi serta transisi mineral dan energi demi mendorong keadilan bagi masyarakat perkotaan atau keadilan urban.

Fokus utama lainnya adalah menjaga bentang alam hutan terakhir di bagian utara Sulsel yang kini terancam oleh aktivitas ekstraksi bisnis pertambangan yang masif.

“Nah, yang tidak kalah penting juga kami masih tetap fokus menjaga hutan terakhir atau bentang alam hutan terakhir Sulawesi Selatan di bagian utara Sulsel yang hari ini juga sedang terancam ekstraksi atau bisnis pertambangan yang makin masif ya,” kata dia.

Terkait isu energi, WALHI Sulsel secara tegas menyatakan penolakannya terhadap rencana pembangunan proyek geotermal di Luwu Utara.

Proyek yang rencananya akan dieksploitasi oleh perusahaan asal Israel tersebut dinilai perlu ditinjau ulang demi keselamatan lingkungan setempat.

“Kita berharap pemerintah bisa meninjau ulang, Gubernur tinjau ulang dan mengeluarkan rekomendasi ke Pak Presiden,” pungkasnya.


Penulis: Suedi

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.