05/04/2026

Majesty.co.id

News and Value

Remaja Tewas Diduga Ditembak Polisi, LBH Makassar Desak Pelaku Dicopot

3 min read
Direktur LBH Makassar, Abdul Aziz Dumpa, menegaskan bahwa kematian Betrand merupakan pelanggaran serius terhadap prosedur penggunaan senjata api oleh anggota Polisi.

Jenazah korban penembakan saat disemayamkan di rumah duka di Toddopuli 1, Kota Makassar, Selasa (3/3/2026). (Foto: Majesty.co.id/Arya)


Majesty.co.id, Makassar – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar mengecam keras tindakan polisi yang diduga menembak seorang remaja, Betrand Eka Prasetya Radiman (18 tahun), hingga tewas di Jalan Toddopuli Raya, Kota Makassar, pada Minggu (1/3/2026) pagi.

Betrand diduga ditembak polisi saat membubarkan permainan senjata jenis omega jeli yang tengah dilakukan oleh korban bersama rekan-rekannya.

Direktur LBH Makassar, Abdul Aziz Dumpa, menegaskan bahwa kematian Betrand merupakan pelanggaran serius terhadap prosedur penggunaan senjata api oleh anggota Polri.

Advertisement
Ikuti Saluran WhatsApp Majesty.co.id

“Kami mengecam keras peristiwa penembakan yang mengakibatkan kematian korban, serta menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban,” ujar Aziz dalam keterangannya kepada Majesty, Selasa (3/3/2026).

“Aturan mengenai penggunaan senjata api sudah sangat jelas bahwa polisi hanya boleh menggunakan senjata secara terukur sebagai tindakan terakhir. Kami mendesak agar pelaku segera dinonaktifkan dan diproses melalui mekanisme pidana serta etik,” sambungnya.

Ia melanjutkan bahwa LBH kini resmi membuka akses pendampingan hukum bagi keluarga korban guna memastikan pelaku mendapatkan hukuman setimpal.

Azis Dumpa menilai peristiwa ini bukan sekadar insiden tunggal, melainkan cerminan dari persoalan struktural yang masih berakar kuat di tubuh Polri.

“Rangkaian peristiwa ini menunjukkan bahwa kekerasan dan penembakan bukanlah insiden yang berdiri sendiri, melainkan cerminan persoalan struktural di tubuh Polri mulai dari kultur kekerasan, lemahnya pengawasan internal, hingga impunitas yang terus berulang,” tambahnya.

Menurutnya, kultur kekerasan dan lemahnya pengawasan internal menjadi pemicu utama terus berulangnya tindakan represif yang mematikan tersebut.

Kejadian ini terasa semakin tragis karena belum lama ini publik juga dikejutkan oleh kasus kematian anggota polisi di tangan sesama rekan di Asrama Polda Sulsel.

LBH Makassar menuntut agar pelaku segera dinonaktifkan dari jabatannya dan diproses secara transparan melalui mekanisme pidana maupun kode etik.

Penegakan hukum yang tegas dinilai menjadi satu-satunya cara untuk memutus rantai impunitas yang selama ini melindungi aparat dari jerat hukum.

Berdasarkan rekaman CCTV yang dilihat Majesty, pelaku diduga datang menggunakan mobil berwarna putih dengan mengenakan rompi serta peci berwarna hitam.

Tetangga Betrand yang ditemui Majesty menyebut, korban ditembak tepat pada pukul 07.00 WITA saat sedang asyik bermain tembak-tembakan mainan.

Informasi yang diunggah melalui akun media sosial LBH Makassar menyebutkan bahwa terduga pelaku merupakan oknum anggota yang bertugas di Polsek Panakkukang.

Hingga berita ini diturunkan, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana belum memberikan pernyataan resmi terkait keterlibatan anggotanya tersebut.

Pantauan Majesty, pada Selasa (3/3/2026), suasana duka menyelimuti rumah korban di Jalan Toddopuli 1, Blok 24, Kelurahan Paropo, yang dipadati oleh pelayat berbaju hitam pada Selasa siang.

Pihak keluarga nampak menggelar doa-doa dalam tradisi Kristen di samping jenazah Betrand sebelum diberangkatkan ke pemakaman sore ini.

Sejumlah personel polisi berpakaian sipil juga terlihat berjaga di sekitar lokasi rumah duka untuk memantau situasi keamanan. Keluarga korban kini menaruh harapan besar pada LBH Makassar agar proses hukum dapat berjalan adil tanpa ada intervensi dari pihak mana pun.

LBH Makassar berkomitmen untuk terus mengawal kasus ini hingga tuntas agar hak-hak korban atas keadilan dan pemulihan dapat terpenuhi sepenuhnya.


Penulis: Suedi

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.