Ketua DPRD Makassar setuju Proyek PSEL di Antang: Itu Jauh Lebih Bagus
2 min read
Kolase foto. Ketua DPRD Kota Makassar Supratman dan kondisi Tempat Pembuangan Akhir atau TPA di Manggala sebagai lokasi proyek PSEL. (Foto: Majesty.co.id/Arya)
Majesty.co.id, Makassar – Ketua DPRD Kota Makassar Supratman merespons positif proyek pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) dibangun di Antang, Manggala dari sebelumnya di Tamalanrea.
Supratman mengaku rencana memindahkan proyek PSEL Makassar dari Tamalanrea ke Antang masih sebatas wacana. Tapi ia setuju jika hal itu dilakukan.
Menurut Supratman, PSEL di Manggala jauh lebih baik dibanding di Tamalanrea karena berada dekat dari tempat pembuangan akhir atau TPA. Dengan begitu, pemerintah bisa menekan biaya.
“Saya pikir kalau di Manggala jauh lebih bagus karena kita tidak mengeluarkan biaya transportasi untuk mengangkut lagi, ya tapping fee-nya kan tidak ada,” ujar Supratman kepada wartawan di Makassar, Jumat (6/2/2026).
Meski begitu, Supra sapaan Supratman belum mengetahui secara pasti apakah betul-betul proyek PSEL digeser ke Manggala.
Yang jelas, Supratman menegaskan masalah pengelolaan sampah menjadi perhatian serius Presiden Prabowo Subianto dalam Rakornas di Jakarta.
“Tapi perintah Presiden, kita diinstruksikan terkait dengan persampahan. Dan itu ada beberapa percontohan keras di waktu Rakornas, yaitu pertama Bali, itu langsung disemprot habis,” katanya.
Menurut Supra, masalah tata kelola sampah akan diambil alih oleh TNI-Polri jika pemerintah daerah tak mampu menuntaskan masalah akut tersebut.
“Dan kalau gubernurnya, bupatinya, atau wali kotanya tidak mampu, maka diinstruksikan untuk TNI-Polri turun tangan menyelesaikan persoalan sampah,” imbuh Supra.
Sebelumnya, Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan alias Zulhas memberi lampu hijau agar PSEL dipindahkan ke Antang. Pertimbangannya berada dekat kawasan TPA.
Gayung pun bersambut. Ide itu juga disetujui Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi. Ia menegaskan PSEL harus dibangun di Antang.
Appi juga menimbang aspek sosial seperti penolakan warga Tamalanrea yang tak merestui PSEL dibangun di kawasan padat penduduk.
Maka dari itu, Pemkot Makassar tengah mematangkan ketersediaan lahan proyek PSEL di Manggala. Appi memperkirakan proyek ini membutuhkan area sekitar 5 hingga 7 hektare.
