Membanggakan! Putra Luwu Timur Raih Juara Ajang Internasional di Qatar
2 min read
James Eugene Sarong Allo Palisungan dengan troji lomba di Doha, Qatar. (Foto: Istimewa)
Majesty.co.id, Doha — James Eugene Sarong Allo Palisungan, putra asal Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, sukses mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
Tergabung dalam Tim Antasena dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), James berhasil membawa pulang sejumlah gelar juara pada ajang Shell Eco-Marathon Asia-Pacific and Middle East (SEM APME) 2026.
Kompetisi kendaraan hemat energi paling bergengsi di dunia ini diselenggarakan oleh Shell Global di Lusail International Circuit, Doha, Qatar, pada 21–25 Januari 2026.
Ajang ini diikuti oleh lebih dari 70 tim mahasiswa dari 15 negara.
Dalam kompetisi inovasi energi tersebut, James bersama Tim Antasena sukses menyabet tiga penghargaan prestisius masing-masing, Juara 1 Technical Innovation dan Juara 2 Proto Hydrogen Qualified Driver World Championship 2027.
James merupakan alumni SMA YPS Sorowako angkatan 2024 yang saat ini sedang menempuh pendidikan di jurusan Teknik Elektro ITS Surabaya.
Ketertarikannya pada dunia inovasi dan efisiensi energi telah terlihat sejak masa sekolah.
Sosok Siswa Berprestasi dan Multitalenta
Mantan wali kelas James di SMA YPS Sorowako, Muh. Arsan, mengenang James sebagai siswa yang aktif di bidang akademik maupun non-akademik.
James tercatat sebagai siswa eligible (top 20) untuk SNBP 2024.
“Dia memiliki kemampuan akademik yang luar biasa dan bakat di bidang musik. Di bidang akademik dia memperoleh nilai yang tinggi dan bahkan masuk siswa eligible untuk SNBP 2024,” ungkap Muh. Arsan dalam keterangan tertulis, Senin (26/1/2026).
Bakat tersebut juga ditekuni James lewat berbagai kompetisi robotic hingga ajang nasional. Ibunda James, Sarah Ampulembang, mengungkapkan bahwa putranya memang memiliki jiwa kompetisi yang kuat sejak kecil.
“Anak kami pernah mengikuti lomba bahasa inggris, pernah masuk Tim Robotic di PENS Surabaya setahun sebelum masuk ITS, bahkan pernah ikut pesparawi sebagai pianis saat masih SMA di Sorowako mewakili Sulsel,” kata Sarah.
Keberhasilan James tak lepas dari peran kedua orang tuanya, Heriwanto D. Manda dan Sarah Ampulembang.
Keluarga mengaku selalu memberikan kebebasan dan dukungan penuh atas minat yang ditekuni anak-anak mereka.
“Kami tinggal ikut saja, mensuport apa yg anak-anak mau ikuti, yang penting ditekuni,” tambah Sarah.
Prestasi James di Doha menjadi bukti nyata bahwa putra daerah dari Sulawesi Selatan mampu bersaing dan memberikan solusi inovatif bagi tantangan energi global di masa depan.
