22/01/2026

Majesty.co.id

News and Value

DPR Dorong Evaluasi Menyeluruh Pasca Jatuhnya Pesawat ATR 42-500

2 min read
Menurut DPR, negara harus hadir melalui langkah antisipatif yang kuat dengan memperkuat peran serta koordinasi antar-lembaga terkait keselamatan penerbangan
Pesawat ATR 42-500 yang disewa oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan sebelum jatuh di Kabupaten Pangkep. (Foto: Instagram/kkpgoid)

Majesty.co.id, Jakarta – Anggota Komisi V DPR RI, Syafiuddin meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sektor menyusul jatuhnya Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT).

Pesawat ATR 42-500 sempat dilaporkan hilang kontak di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan pada Sabtu (17/1/2026).

Syaifuddin menilai evaluasi tersebut penting untuk mencegah terulangnya kecelakaan serupa di masa mendatang.

Menurutnya, negara harus hadir melalui langkah antisipatif yang kuat dengan memperkuat peran serta koordinasi antar-lembaga terkait keselamatan penerbangan.

Advertisement
Ikuti Saluran WhatsApp Majesty.co.id

“Kami ada perbaikan-perbaikan terhadap leading sektornya, baik itu kementerian perhubungan dan lain-lain. Harus ada lnagkah antisipatif guna mencegah terjadinya kejadian serupa kedepan,” ujar Syafiuddin kepada wartawan di ruang rapat Komisi V, Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Senin (19/1/2026).

Syafiuddin juga menyoroti peran Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang dinilai perlu lebih proaktif dalam mitigasi cuaca ekstrem, terutama yang berdampak langsung terhadap penerbangan.

Informasi cuaca, kata dia, harus terintegrasi secara optimal dalam pengambilan keputusan operasional.

Selain BMKG, evaluasi juga perlu menyasar Kementerian Perhubungan, Angkasa Pura, serta seluruh unsur dalam ekosistem penerbangan, khususnya terkait koordinasi lintas sektor dalam mencegah kecelakaan akibat faktor alam.

“Koordinasi antar sektor ini penting sebagai mitgasi. Apalagi dalam lingkup penerbangan dan ditengah cuaca-cuaca ekstrem yang memang kerap menjadi tantangan di dunia penerbangan,” tegasnya.

Legislator dari Fraksi PKB itu menilai selama ini koordinasi antar-lembaga masih lemah dan cenderung berjalan sendiri-sendiri.

Kondisi tersebut berpotensi memperbesar risiko kecelakaan, terutama di wilayah dengan karakteristik cuaca ekstrem.

“Jadi, mitigasi harus ada agar kecelakaan-kecelakaan yang ini. Kami di Komisi V dalam waktu dekat akan memanggil pihak terkait untuk menjalankan pengawasan agar arus transportasi udara ini lebih baik lagi,” pungkas Syafiuddin.

Hingga saat ini, Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian korban dan black box Pesawat ATR 42-500.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.