Era Syahar-Kanaah, Jumlah Warga Miskin di Sidrap Berkurang 15 ribu
2 min read
Foto udara. Taman Usman Isa sebagai salah satu ikon di Kabupaten Sidrap. (Foto: Instagram/syaharuddin_alrif_1)
Majesty.co.id, Sidrap — Angka kemiskinan di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) kembali mencatat capaian positif sejak dipimpin Bupati dan Wakil Bupati Syaharuddin Alrif-Nurkaanah.
Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), persentase warga miskin di Sidrap pada tahun 2025 tercatat sebesar 4,91 persen, terendah dalam satu dekade terakhir.
Capaian tersebut menjadikan Sidrap sebagai kabupaten dengan tingkat kemiskinan terendah dari 21 kabupaten di Sulawesi Selatan, di luar Kota Makassar dan Kota Parepare.
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif alias Syahar menyebut capaian ini sebagai hasil terbaik dalam 10 tahun terakhir.
“Alhamdulillah Kabupaten Sidrap dapat menekan angka kemiskinan, semoga terus membaik masyarakat makin sejahtera, dan ini capaian terendah kemiskinan selama 10 tahun terakhir,” kata Syahar dalam keterangan tertulis, Selass (13/1/2026).
Berdasarkan data BPS, persentase kemiskinan 4,91 persen tersebut setara dengan sekitar 15.200 jiwa penduduk Sidrap yang berada di bawah garis kemiskinan, yakni masyarakat dengan rata-rata pengeluaran bulanan di bawah Rp 472.303 per kapita.
Tren penurunan angka kemiskinan di Sidrap tercatat berlangsung konsisten.
Pada 2023, angka kemiskinan berada di level 5,14 persen, turun menjadi 5,02 persen pada 2024, dan kembali menurun signifikan pada 2025.
Selain itu, Sidrap juga mencatat perbaikan pada Indeks Keparahan Kemiskinan (P2). Pada tahun 2025, nilai P2 Sidrap tercatat 0,15 poin, menempatkannya pada peringkat keempat terendah dari 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.
“Jika hanya tingkat kabupaten di luar Makassar dan Parepare, Kabupaten Sidrap terendah dari 21 Kabupaten se-Sulsel,” ucap Syahar.
Rendahnya nilai indeks P2 menunjukkan semakin kecilnya ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin, serta semakin meratanya tingkat kesejahteraan kelompok masyarakat miskin di daerah tersebut.
Sebagai perbandingan, pada tahun 2024 Sidrap berada pada peringkat pertama terendah Indeks Keparahan Kemiskinan di Sulawesi Selatan.
Meski peringkat mengalami perubahan, nilainya tetap berada dalam kategori sangat rendah.
Pemerintah Kabupaten Sidrap dinilai berhasil menekan angka kemiskinan melalui berbagai program sosial, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat yang dijalankan secara berkelanjutan.
Berdasarkan infografis metadata Badan Pusat Statistik (BPS), pengukuran kemiskinan dilakukan melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) dengan pendekatan pemenuhan kebutuhan dasar.
Garis kemiskinan ditentukan berdasarkan kebutuhan minimum makanan setara 2.100 kilokalori per hari serta kebutuhan non-makanan seperti perumahan, pendidikan, dan kesehatan.
Selain itu, indikator indeks kedalaman kemiskinan (P1) dan indeks keparahan kemiskinan (P2) digunakan untuk mengukur tingkat ketimpangan dan penyebaran pengeluaran di antara penduduk miskin.
