12/01/2026

Majesty.co.id

News and Value

Appi: Stadion Untia Kita Prioritaskan di 2026

3 min read
Proyek Stadion Untia menjadi prioritas awal sebagai pengungkit infrastruktur olahraga sekaligus promosi dan pariwisata Makassar.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi pada refleksi akhir tahun Pemkot Makassar. (Foto: Ist)

Majesty.co.id, Makassar — Pemerintah Kota Makassar menyiapkan sejumlah proyek strategis pada 2026, salah satunya pembangunan stadion sepak bola representatif di kawasan Untia, Kecamatan Biringkanaya.

Proyek Stadion Untia menjadi prioritas awal sebagai pengungkit infrastruktur olahraga sekaligus promosi dan pariwisata daerah.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi menegaskan pembangunan stadion bukan sekadar fasilitas olahraga, melainkan instrumen penggerak ekonomi.

“Tekad kami 2026 pembangunan stadion Untia sudah fix dibangun. Stadion sepak bola itu bukan hanya olahraga. Ujungnya adalah promosi dan pariwisata daerah,” ujar Appi saat refleksi akhir tahun di Hotel Novotel Makassar Grand Shayla, Rabu (17/12/2025).

Advertisement
Ikuti Saluran WhatsApp Majesty.co.id

“Bayangkan jika setiap pertandingan internasional akan diliput media internasional, dan orang akan tahu di mana Makassar, apa yang ada di Makassar, dan bagaimana karakter masyarakatnya,” tambah Appi.

Selain stadion, Pemkot Makassar menargetkan kota ini menjadi kota event dengan menggelar kegiatan berskala besar setiap bulan sepanjang 2026, dengan target minimal 10 ribu pengunjung per event.

“Seiring dengan pembangunan stadion, kami Pemkot Makassar menargetkan kota ini menjadi kota event,” tuturnya.

Untuk mendukung agenda tersebut, pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp5 miliar untuk setiap event. Strategi ini diharapkan mampu meningkatkan hunian hotel, menggerakkan UMKM, dan memperkuat ekonomi lokal.

“Ini memang bukan angka yang kecil. Tapi kalau kita melihat dampaknya, insyaallah neraca ini akan seimbang. Uang yang kita keluarkan menjadi modal, dan tinggal dihitung secara akuntansi berapa selisih manfaat ekonominya,” jelas Appi.

Secara makro, kinerja ekonomi Makassar menunjukkan tren positif. Data BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Kota Makassar sebesar 5,39 persen, melampaui rata-rata nasional dan Provinsi Sulawesi Selatan.

“Ini menjadi starting point yang sangat baik. Di tengah berbagai keterbatasan dan efisiensi yang harus kita lakukan sebagai pemerintah, kita mampu menunjukkan pertumbuhan yang positif,” katanya.

Inflasi Makassar juga tercatat di angka 2,61 persen. Meski stabil, Munafri menekankan perlunya penguatan kebijakan untuk menekan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan.

Di sisi peningkatan SDM, Pemkot Makassar terus mengembangkan Makassar Creative Hub (MCH) dan menargetkan empat ruang kreatif baru pada 2026.

“Program MCH ini memberikan ruang bagi masyarakat untuk upgrading skill dan scaling kemampuan, khususnya bagi generasi muda,” ujarnya.

Pada sektor birokrasi, Appi menyoroti ritme kerja perangkat daerah yang perlu diperkuat agar lebih harmonis.

“Sepuluh bulan saya mengamati, ritme kerja kita belum sepenuhnya harmonis. Masih ada nada sumbang. Tugas saya memastikan semua itu menjadi satu harmoni,” tegasnya.

Sementara itu, pendidikan dan kesehatan tetap menjadi program prioritas dan bersifat mandatory, termasuk pemberian insentif bagi tenaga pendidik dan tenaga kesehatan di wilayah kepulauan.

“Kita tidak punya kemampuan fiskal untuk sekadar bagi-bagi. Yang kita lakukan adalah menghilangkan beban masyarakat. Itu poin utamanya,” pungkas Appi. (Ril/Adv)

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.