Bendera KNPB Papua Berkibar di Pegunungan Gowa, Dandim: Itu sudah Termasuk Makar
2 min read
Tangkapan layar warga Papua membentangkan bendera Komite Nasional Papua Barat di pegunungan Malino, Kabupaten Gowa. (Foto: Ist)
Majesty.co.id, Gowa — Sebuah video viral memperlihatkan tiga orang warga Papua membentangkan bendera bertuliskan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) di wilayah pegunungan Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Peristiwa itu terjadi pada 13 Desember 2025 di Desa Belapunranga, Kecamatan Parangloe.
Komandan Kodim 1409/Gowa, Letkol Inf Heri Kuswanto, mengonfirmasi kejadian pengibaran bendera KNPB Papua.
Dandim menegaskan bahwa bendera KNPB Papua itu tidak dikibarkan menggunakan tiang tinggi, melainkan hanya dibawa dan dibentangkan.
“Jadi, memang benar ada, bukan pengibaran bendera, tetapi orang bawa bendera. Kalau pengibaran itu kan berarti dia bawa tiang tinggi. Ini tidak, hanya dibawa saja,” ujar Heri Kuswanto saat ditemui di Kodim 1409/Gowa, Selasa (16/12/2025).
Menurutnya, aksi tersebut dilakukan untuk memperingati ulang tahun organisasi KNPB. “Dia hanya bawa saja dan menyatakan mendukung ulang tahun KNPB,” tambahnya.
Dalam video yang beredar, tampak seorang pria berkaos hijau menyampaikan pernyataan politik.
“Kami dari Komite Nasional Papua Barat konsulat wilayah Makassar melakukan kerja fisik di Makassar bertempat di Bili-Bili,” ucap pria tersebut.
Dandim menjelaskan, kelompok itu datang ke lokasi untuk berkebun dan menanam singkong.
“Mereka sudah punya kenalan lama dengan warga dan selama ini melakukan aktivitas bercocok tanam, berkebun, menanam ubi di sana,” jelasnya.
Ia menyebut kelompok tersebut terdiri dari sekitar 25 mahasiswa asal Papua yang memanfaatkan kebaikan warga setempat. Pernyataan dukungan disebut dilakukan secara spontan saat mereka berkumpul.
Meski demikian, Heri menegaskan bahwa tindakan tersebut masuk dalam kategori pelanggaran hukum.
“Hal ini kan sudah termasuk kegiatan makar,” kata Heri.
Ia kembali menekankan perbedaan antara membawa dan mengibarkan bendera.
“Bukan pengibaran bendera, tetapi orang membawa bendera. Pengibaran kan ada artinya tersendiri,” katanya.
Setelah kegiatan tersebut, bendera dilipat kembali dan tidak dipasang pada tiang. “Membentangkan bendera, iya. Setelah kegiatan itu, dilipat lagi benderanya,” lanjutnya.
Pihak aparat telah melakukan koordinasi untuk langkah hukum lanjutan serta memberikan pemahaman kepada warga Desa Belapunranga guna mencegah kegaduhan. Masyarakat juga diimbau melaporkan aktivitas mencurigakan.
“Apa yang dilakukan oleh orang Papua di sana itu salah. Ke depannya, apabila ada aktivitas seperti itu, coba laporkan ke kami,” imbau Heri Kuswanto.
Ia memastikan kondisi di wilayah pegunungan Gowa saat ini sudah kembali kondusif dan dalam pengawasan aparat keamanan.
Penulis: Suedi
