Ditolak Sejumlah RS, Anak Yatim akhirnya Dirawat di Rumah Sakit milik Pemkot Makassar
4 min read
Kondisi anak yatim Muh. Ikram saat dirawat di RSUD Daya Makassar. (Foto: Ist)
Majesty.co.id, Makassar — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi melakukan “intervensi” demi melayani masyarakat yang sedang sakit.
Itu dialami Muhammad Ikram setelah ditolak sejumlah rumah sakit karena tak punya BPJS Kesehatan.
Atas kebijakan Appi, Ikram akhirnya mendapat pelayanan dan dirawat di RSUD Daya milik Pemkot Makassar.
Penghuni Panti Asuhan Al-Muhaimin Makassar tersebut, yang sempat kesulitan memperoleh perawatan di beberapa fasilitas kesehatan karena tidak memiliki kartu BPJS.
Pengasuh panti asuhan, Yuni, menceritakan Ikram mulai merasakan nyeri di bagian perut sejak 21 November lalu.
Namun, Ikram tidak langsung mengeluhkan kondisinya kepada pengasuh. Informasi tersebut justru disampaikan oleh teman-temannya di panti.
“Kami baru tahu sakitnya dari temannya. Mungkin dia takut menyampaikan. Itu hari tanggal 21 November,” jelas Yuni kepada wartawan, Sabtu (13/12/2025).
Kondisi Ikram kemudian memburuk. Menurut Yuni, ditemukan cairan dan gumpalan darah di bagian dada, serta gangguan pada usus yang diduga bersifat kronis.
Dalam kondisi tersebut, Yuni bersama pengurus panti berupaya mencari pertolongan medis dengan membawa Ikram ke sejumlah klinik dan rumah sakit.
Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Ikram sempat dibawa ke klinik hingga tiga kali, namun belum mendapatkan penanganan yang memadai.
“Sudah tiga kali kami bawa ke klinik, dikasih obat, tapi sakitnya tetap ada. Di klinik juga bilang tidak tertangani sakitnya,” terangnya.
Yuni juga mengaku Ikram sempat dibawa ke tiga rumah sakit berbeda, namun tidak mendapat penanganan karena ketiadaan kartu BPJS.
“Yang paling sedih, di rumah sakit pertama kami ditanya soal BPJS. Mereka bilang tidak bisa dilayani karena hanya melayani pasien BPJS,” kenangnya dengan suara bergetar.
Dalam kondisi kebingungan, Yuni akhirnya mendapat saran dari kerabatnya untuk membawa Ikram ke RSUD Daya Makassar.
“Waktu itu tante saya bilang, kalau tidak ada BPJS ini, bawa saja ke RSUD Daya. Saya sempat ragu tapi saya beranikan diri kesana,” tuturnya.
Ikram kemudian dibawa ke RSUD Daya pada Sabtu (13/12/2025). Setibanya di rumah sakit tersebut, Ikram langsung mendapatkan pelayanan medis.
“Kami langsung dilayani. Tidak ditanya BPJS atau apa. Petugas langsung ambilkan kursi roda, dicek tensinya, dan langsung ditangani,” ungkap Yuni.
Menurutnya, meskipun sempat ditanya terkait BPJS di loket, proses penanganan medis tetap berjalan.
“Walaupun belum bawa BPJS, tetap dilayani. Mereka (tim medis) bilang, sudah ibu, yang penting ditangani dulu,” lanjut Yuni.
Atas penanganan tersebut, Yuni menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Makassar dan manajemen RSUD Daya.
“Terima kasih banyak kepada Pemerintah Kota Makassar dan pihak RSUD Daya yang sudah menolong anak kami dengan cepat dan penuh perhatian. Ikram ditangani dengan baik tanpa dipersulit,” ungkap Yuni di RS Daya, Sabtu.
Pengalaman tersebut kemudian diunggah Yuni ke media sosial dan mendapat perhatian luas dari warganet.
“Awalnya saya tidak sangka akan ramai. Saya posting hari Minggu, malamnya sudah banyak yang bagikan. Besoknya, Masya Allah, ramai sekali,” katanya.
Saat ini, Muhammad Ikram yang merupakan siswa kelas III SMP PGRI 4 Makassar masih menjalani perawatan intensif di RSUD Daya Makassar. Yuni berharap Ikram segera pulih.
“Kami dari pengasuh panti asuhan berharap Ikram segera pulih dan dapat kembali melanjutkan pendidikannya seperti sedia kala,” harapnya.
Selain Ikram, pengalaman serupa juga disampaikan oleh Muhammad Syarif, orang tua pasien yang anaknya mengalami kecelakaan. Ia menyebut anaknya langsung mendapatkan penanganan saat tiba di RSUD Daya.
“Alhamdulillah, selama saya di sini pelayanannya cepat dan sangat baik terhadap anak kami. Anak saya langsung ditangani lebih dahulu oleh tenaga medis, sementara urusan administrasi menyusul,” ujarnya.
Syarif menjelaskan anaknya terjatuh dari sepeda motor dan membutuhkan pertolongan segera.
“Anak saya jatuh dari motor, jadi kami langsung ke RS Daya. Pelayanannya sigap dan memuaskan,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pihak rumah sakit dan Pemerintah Kota Makassar.
“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada RS Umum Daya dan juga Pemerintah Kota Makassar atas semua fasilitas dan pelayanan yang sangat membantu kami,” tuturnya.
Anak Syarif diketahui bernama Muhammad Safein, siswa kelas III SMP Negeri 17 Makassar.
