22/01/2026

Majesty.co.id

News and Value

Syahar Bagi-bagi BLT hingga Bibit saat Nginap di Desa Sidrap

2 min read
Syahar juga mengingatkan masyarakat untuk senantiasa memanfaatkan dan menjaga kelestarian alam.
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif alias Syahar menyerahkan bantuan langsung tunai atau BLT dan bibit pertanian kepada warga desa di Pitu Riase. (Foto: Humas Diskominfo Sidrap)

Majesty.co.id, Sidrap – Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif alias Syahar bersama jajaran pemerintah daerah melanjutkan serangkaian kegiatan dalam program “Bermalam di Desa” di Kecamatan Pitu Riase pada Senin (1/12/2025).

Usai bermalam di kawasan wisata Bukit Punjabu, Desa Buntu Buangin, Syahar menuju kantor desa setempat untuk menyerahkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat.

Penyerahan dihadiri para staf ahli bupati, kepala OPD, camat bersama lurah/kepala desa se-Pitu Riase, forkopincam, penyuluh pertanian lapangan, tenaga kesehatan, dan undangan lainnya.

Setelah kegiatan di Buntu Buangin, rombongan bergeser ke Desa Leppangeng untuk menyalurkan bibit kopi Arabika sebagai bagian dari pengembangan komoditas unggulan daerah.

Advertisement
Ikuti Saluran WhatsApp Majesty.co.id

Dalam arahannya, Syahar menekankan pemanfaatan tanah subur Pitu Riase untuk tanaman bernilai ekonomi.

“Kita harus berpikir jangka panjang. Tuhan sudah menyediakan tanah dan udara yang subur. Daerah ini mampu menumbuhkan cengkeh, durian, kopi dan tanaman-tanaman unggulan lainnya,” ujarnya.

Syahar juga mengingatkan masyarakat untuk senantiasa memanfaatkan dan menjaga kelestarian alam.

“Kita perlu menetapkan komoditi unggulan, salah satunya kopi. Kopi bisa ditanam di sela-sela tanaman cengkeh agar lahan lebih produktif,” tambahnya.

Syahar juga mendorong petani beralih dari pola tanam tradisional ke metode yang lebih modern untuk mendorong peningkatan kesejahteraan.

Kunjungan ini mempertegas komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sektor perkebunan di wilayah pegunungan Sidrap.

Dalam rangkaian kegiatan yang sama, Bupati Syahar menyerahkan bibit durian, kopi robusta, petai, pala, alpukat, dan lengkeng di Kelurahan Batu. Ia menjelaskan perbedaan jenis bibit antara Leppangeng dan Batu disesuaikan dengan karakteristik ketinggian wilayah.

“Ketinggian dan kondisi geografis Kelurahan Batu dan Desa Leppangeng berbeda. Karena itu jenis bibit yang dibagikan juga disesuaikan agar tumbuh optimal sesuai karakter lahan masing-masing daerah,” jelasnya.

Program penyaluran BLT dan bibit tanaman ini diharapkan memperkuat pendapatan masyarakat, meningkatkan ketahanan ekonomi desa, serta mendorong pengelolaan lingkungan berkelanjutan di kawasan Pitu Riase.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.