Penjelasan Jubir Danny-Azhar soal Bentrok Antar Pendukung di Lokasi Debat Pilgub Sulsel
2 min read
Ilustrasi. Foto bersama usai debat kedua Pilgub Sulsel di Hotel Claro Makassar. (Foto: Majesty/Arya)
Majesty.co.id, Makassar – Debat Kedua Pilgub Sulsel yang digelar di Hotel Claro Makassar, Minggu (10/11/2024) diwarnai insiden bentrok antar-pendukung kedua pasangan calon.
Dalam rilisnya ke sejumlah media, Juru Bicara Tim Paslon Andi Sudirman Sulaiman-Fatmawati Rusdi, Muhammad Ramli Rahim (MRR) menyebut insiden tersebut sebagai penyerangan, bukan perkelahian biasa.
BACA JUGA: Mengapa Danny-Azhar Selalu Memulai Kampanye di Pasar?
“Ini bukan perkelahian, melainkan penyerangan dilakukan massa paslon DIA,” kata MRR dalam rilisnya, Minggu.
Merespon hal tersebut, Juru Bicara Danny-Azhar, Asri Tadda angkat bicara. Menurutnya, Jubir MRR telah secara sepihak menuding massa Paslon DIA sebagai pihak yang memulai terjadinya kisruh.
“Itu pernyataan tendensius dan tak benar. Tidak baik memancing di air keruh, menuding yang tak benar kepada lawan. Saksi dan dokumentasi kejadian terlalu banyak,” kata Asri.
Diungkapkan Asri, justru massa pendukung Palson 02 yang melakukan provokasi kepada pendukung DIA yang ada di lokasi.
“Saya tidak ada di lapangan karena mengikuti debat di dalam ruangan. Tetapi dari video yang beredar dan laporan dari tim di lapangan, jelas bahwa massa 02 yang mulai memprovokasi. Jadi pernyataan MRR ini tidak benar, dan malah menghasut. Ini narasi bahaya,” ungkapnya.
“Kejadian hari ini hampir sama dengan debat pertama. Dimana massa pendukung 02 sepertinya memang sengaja dikondisikan untuk memancing keributan, padahal kita sudah komitmen menjaga Pilkada damai,” tambah Asri.
Karena itu, Asri mengajak kepada seluruh pihak untuk menahan diri dan tidak terpancing dengan narasi yang disebarkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab ingin merusak nuansa damai Pilkada.
BACA JUGA: Danny-Azhar Pimpin Sulsel, Kepala Desa hingga Imam Masjid Dapat Bantuan Rp50 juta
Dikatakannya, bentrok antar massa pendukung yang berkumpul dalam jumlah besar memang rentan terjadi. Hanya saja, semua pihak harus menyikapinya dengan kepala dingin dan tidak reaktif.
“Saya kira, kita harusnya memberikan informasi berimbang dan mendamaikan, jangan asal menuding atau malah menghasut, padahal tidak tahu betul kejadian sebenarnya di lapangan. Mari kita jaga Pilkada ini dengan damai,” pungkas Asri. (Ril/Adv)
