OPD Pemkot Makassar diminta Perhatikan Serapan Anggaran
2 min read
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi memimpin jajarannya menandatangani Perjanjian Kinerja 2026. (Foto: Humas Diskominfo Makassar)
Majesty.co.id, Makassar — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi memerintahkan jajarannya untuk bekerja secara terukur demi menghindari rendahnya serapan anggaran dan tingginya SILPA seperti tahun sebelumnya.
Appi menekankan bahwa tantangan pemerintahan tahun 2026 harus dijawab dengan perencanaan yang lebih presisi sejak awal.
“Perencanaan jangan salah dari awal. Sehingga ini bisa menjadi guidance untuk sampai di akhir, untuk memastikan pola serapan dan belanja itu bisa maksimal,” kata Appi usai memimpinan penandatanganan Perjanjian Kinerja Tahun 2026 di Ruang Bilateral Balai Kota, Jumat (30/1/2026).
Selain masalah anggaran, Appi memberikan perhatian serius pada lemahnya koordinasi lintas perangkat daerah yang kerap menghambat pelayanan.
Appi menginstruksikan seluruh jajaran, termasuk camat, untuk lebih proaktif dan menghapus ego sektoral.
“Kalau ada persoalan di lapangan dan OPD saling lempar tanggung jawab, yang dirugikan itu masyarakat. Sistem pemerintahan ini kolektif, tidak boleh berjalan sendiri-sendiri,” ujarnya.
Appi menambahkan bahwa peningkatan pendapatan daerah hingga 93 persen merupakan capaian positif, namun harus dibarengi dengan belanja yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Wali Kota juga mendorong kepala OPD untuk menghadirkan inovasi yang solutif.
Ia mengingatkan agar setiap terobosan baru benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi warga Makassar, bukan sekadar untuk mengejar penghargaan formal.
“Inovasi jangan berhenti di piagam dan foto. Harus ada keberlanjutan dan dampak nyata bagi masyarakat. Itu yang akan kita dorong,” tuturnya.
Menutup arahannya, Appi menegaskan bahwa penandatanganan ini adalah akad tanggung jawab yang akan dipantau secara moral dan profesional selama setahun ke depan.
“Lewat penandatanganan perjanjian kerja 2026 ini, kita berkomitmen untuk membenahi tata kelola pemerintahan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik,” kata Appi.
Ia juga menambahkan, “Hari ini komitmen kerja ini menjadi sesuatu hal yang sangat penting. Perjanjian yang ada ini bukan hanya sekadar seremoni di atas kertas.”
