31/03/2026

Majesty.co.id

News and Value

Komisi I DPR Desak Pemerintah Bersikap Tegas usai Prajurit TNI Tewas Diserang Israel

2 min read
Prajurit TNI yang menjadi korban sedang menjalankan mandat internasional, bukan pihak yang terlibat konflik bersenjata.
Anggota Komisi I DPR Fraksi PKB, Syamsu Rizal. (Foto: Istimewa)

Majesty.co.id, Jakarta – Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PKB, Syamsu Rizal MI, mengecam keras serangan Israel yang menewaskan satu prajurit TNI Praka Farizal Romadhan dalam misi perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon. Insiden tersebut juga mengakibatkan tiga personel lainnya mengalami luka-luka.

Pria yang akrab disapa Deng Ical ini menegaskan bahwa serangan terhadap pasukan perdamaian merupakan persoalan serius dan berpotensi masuk kategori kejahatan perang.

ADVERTISEMENT
Patarai Amir DPRD Sulsel

Prajurit TNI yang menjadi korban sedang menjalankan mandat internasional, bukan pihak yang terlibat konflik bersenjata.

“Ini persoalan yang sangat serius. Pasukan perdamaian hadir untuk menjaga stabilitas, bukan untuk berperang. Menyerang mereka jelas merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional,” kata Deng Ical dalam keterangan tertulis, Senin (30/3/2026)

Advertisement
Ikuti Saluran WhatsApp Majesty.co.id

Mantan Wakil Wali Kota Makassar itu menilai ada indikasi kuat unsur kesengajaan dalam serangan tersebut, sehingga dunia internasional tidak boleh membiarkan kejadian ini tanpa pertanggungjawaban hukum.

“Jika benar ada unsur kesengajaan, maka ini adalah kejahatan serius. Dunia internasional tidak boleh tinggal diam,” lanjut legislator dari Dapil Sulawesi Selatan I tersebut.

Syamsu Rizal mendesak Pemerintah Indonesia segera berkoordinasi dengan PBB untuk melakukan investigasi menyeluruh guna mengungkap fakta secara transparan dan akuntabel agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Ia juga meminta Kementerian Luar Negeri bergerak cepat menangani dampak insiden, termasuk memastikan pemulangan jenazah prajurit yang gugur dilakukan dengan penghormatan tertinggi serta perawatan maksimal bagi personel yang terluka.

“Negara harus hadir. Pemulangan jenazah harus dilakukan secepatnya dengan penuh kehormatan, sementara prajurit yang terluka wajib mendapat penanganan maksimal,” ujarnya.

Deng Ical menekankan pentingnya sikap resmi dan tegas dari Presiden Prabowo Subianto atas tragedi ini.

Menurutnya, Indonesia perlu mengambil posisi yang lebih kuat terhadap dinamika konflik di Timur Tengah.

“Peristiwa ini bisa menjadi turning point bagi Indonesia untuk mengambil posisi yang lebih tegas terhadap dinamika di Timur Tengah. Negara harus hadir dan bersikap,” katanya.

Di sisi lain, ia mengingatkan seluruh personel TNI yang masih bertugas dalam misi perdamaian di wilayah konflik untuk meningkatkan kewaspadaan.

Ia menilai situasi di Lebanon saat ini sangat rentan akibat adanya ketidakpatuhan terhadap hukum internasional.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.