04/02/2026

Majesty.co.id

News and Value

Perjuangan Pemekaran Luwu Raya Berlanjut: Mahasiswa Demo, Bupati Lobi Jakarta

2 min read
Menurut kepala daerah, perjuangan pemekaran Luwu Raya ini dilakukan melalui dua jalur yang saling menguatkan. Termasuk demo di jalanan.
Ilustrasi. Gapura batas Kabupaten Luwu dan Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan menjadi salah satu titik demo pemekaran Luwu Raya beberapa waktu yang lalu. (Foto: Istimewa/HO)

Majesty.co.id, Makassar — Empat pemimpin daerah di wilayah Luwu Raya menegaskan komitmen mereka untuk terus memperjuangkan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Luwu Tengah dan Provinsi Luwu Raya.

Hal ini ditegaskan oleh Bupati Luwu Patahudding, Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim, Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam dan Wali Kota Palopo Naili Trisal (Naili Trisal).

Keempat kepala daerah se-Luwu Raya itu telah memenuhi undangan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman terkait pemekaran Luwu Tengah di Rumah Jabatan Gubernur, Kota Makassar, Kamis (29/1/2026).

Mewakili para kepala daerah, Andi Abdullah Rahim menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah bekerja secara intensif selama lima bulan terakhir untuk menyiapkan segala kebutuhan pemekaran.

Advertisement
Ikuti Saluran WhatsApp Majesty.co.id

“Kita di empat pemerintahan sudah bekerja alhamdulillah sekitar lima bulan. Memang tidak kita ungkap ke publik karena harus kita kerja pelan-pelan,” ungkap Andi Rahim saat bertemu dengan mahasiswa asal Luwu Raya di Hotel Mercure, Makassar, Kamis malam.

Ia menekankan bahwa perjuangan pemekaran Luwu Raya ini dilakukan melalui dua jalur yang saling menguatkan.

Sementara masyarakat dan mahasiswa menyuarakan aspirasi atau demo di jalanan, pemda se-Luwu Raya bergerak melakukan lobi ke pemerintah pusat di Jakarta.

“Teman-teman mahasiswa dan masyarakat demo, kami pemerintah melakukan lobi ke pusat. Perjuangan kita sama meski caranya berbeda,” tuturnya.

Terkait aksi blokade jalan yang sempat terjadi, para kepala daerah mengaku tidak menyalahkan pihak manapun dan justru mengajak semua pihak untuk saling menguatkan sebagai sesama warga Luwu Raya.

Bupati Luwu Patahudding menambahkan, langkah konkret selanjutnya adalah melakukan kajian administrasi di Jakarta yang dijadwalkan pada 9 Februari 2026.

Pertemuan di Jakarta tersebut akan menjadi momentum penting untuk membahas kelengkapan berkas Provinsi Luwu Raya yang mulai disusun sejak September tahun lalu.

“Jadi sebenarnya kan kalau usulan provinsi kita belum ada secara berkas (sebelumnya), tapi sejak bulan 9 kemarin kita sudah siapkan, ada tim yang bekerja. Nanti di Jakarta empat kepala daerah hadir membahas itu semua, mulai dari naskah akademik hingga studi kelayakan,” jelas Patahudding.

Ia juga memberikan kabar baik mengenai progres pemekaran tingkat kabupaten. “Kalau soal Luwu Tengah, berkasnya sudah selesai,” tutupnya.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.