12/01/2026

Majesty.co.id

News and Value

Pesan Camat Tamalanrea pada Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2025

2 min read
Camat Iqbal mengatakan bahwa peringatan Hari Sumpah Pemuda bukan sekadar seremoni tahunan.
Camat Tamalanrea Iqbal bersama pejabat lainnya mengikuti Upacara HSP 2025 di Balai Kota. (Foto: Istimewa)

Majesty.co.id, Makassar – Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-97 tingkat Kota Makassar berlangsung khidmat dan sarat makna di halaman Balai Kota Makassar, Selasa 28 Oktobet 2025.

Peringatan itu dipimpin langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali semangat persatuan sebagaimana diikrarkan para pemuda pada tahun 1928.

Kali ini dengan mengusung tema “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu”, upacara tersebut menggambarkan semangat kolaborasi lintas generasi dalam memperkokoh persatuan nasional.

Hadir mendampingi Wali Kota, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, Sekda Kota Makassar, para Kepala SKPD, camat dan lurah se-Kota Makassar, serta perwakilan organisasi kepemudaan dan pelajar.

Advertisement
Ikuti Saluran WhatsApp Majesty.co.id

Salah satu yang turut hadir adalah Camat Tamalanrea, Iqbal, yang menyampaikan apresiasinya terhadap semangat kebersamaan yang terpancar dalam pelaksanaan upacara tersebut.

Camat Iqbal mengatakan bahwa peringatan Hari Sumpah Pemuda bukan sekadar seremoni tahunan.

“Tetapi momentum ini menjadi pengingat penting akan tanggung jawab generasi penerus bangsa untuk menjaga persatuan dan kesatuan,”ucap Iqbal.

“Jadi kita berharap semangat Sumpah Pemuda tahun ini menjadi inspirasi bagi seluruh pemuda di Kota Makassar, khususnya di Kecamatan Tamalanrea, untuk terus berkontribusi dalam pembangunan dan menjaga nilai-nilai kebangsaan,”tandasnya.

Dalam peringatan itu, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, membacakan pidato seragam Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Erick Thohir, yang menegaskan pentingnya peran pemuda dalam menjaga persatuan Indonesia di tengah tantangan zaman.

Munafri juga menekankan bahwa perjuangan masa kini bukan lagi melalui peperangan fisik, tetapi melalui penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan integritas moral.

“Kita tidak lagi mengangkat bambu runcing, tetapi mengangkat ilmu, kerja keras, dan kejujuran. Namun semangatnya tetap sama, Indonesia tidak boleh kalah,” tegasnya.

Upacara ditutup dengan pembacaan ikrar Sumpah Pemuda, pembacaan teks UUD 1945, pengibaran bendera Merah Putih, serta sesi foto bersama seluruh peserta.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.