12/01/2026

Majesty.co.id

News and Value

Indeks Pembangunan Manusia di Makassar 2025 Tembus Peringkat 7 Nasional

2 min read
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per November 2025, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Makassar menyentuh angka 85,66.
Ilustrasi. Aktivitas masyarakat di Kota Makassar. (Foto: Majesty.co.id/Arya)

Majesty.co.id, Makassar – Kebijakan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin-Aliyah Mustika Ilham memberi dampak terhadap pembangunan kualitas manusia di Kota Daeng.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per November 2025, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Makassar menyentuh angka 85,66.

Capaian ini tidak hanya menempatkan Makassar sebagai yang tertinggi dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, tetapi juga berhasil menembus peringkat ketujuh nasional.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Makassar Muhammad Roem, menyatakan bahwa angka ini adalah bukti nyata keberhasilan pembangunan yang menyentuh aspek fundamental masyarakat.

Advertisement
Ikuti Saluran WhatsApp Majesty.co.id

“Indeks Pembangunan Manusia Kota Makassar tahun 2025 menunjukkan tren yang sangat positif. Ini mencerminkan komitmen kuat Pemerintah Kota Makassar dipimpin pak Wali Kota dna ibu Wawali dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Roem dalam keterangan tertuli, Sabtu (27/12/2025).

Tren Positif dan Tiga Pilar Utama
Pencapaian IPM tahun ini menunjukkan pemulihan yang signifikan.

Sempat berada di angka 84,85 pada 2023 dan sedikit terkoreksi ke 83,90 pada 2024, Makassar langsung melonjak ke 85,66 di akhir 2025.

Roem menjelaskan, keberhasilan ini ditopang oleh tiga pilar utama yaitu aspek kesehatan, pendidikan dan ekonomi karena peningkatan daya beli masyarakat melalui standar hidup layak.

“Sinergi lintas sektor ini dinilai menjadi kunci utama dalam mendorong perbaikan pada tiga dimensi utama IPM, yakni kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak,” tuturnya.

Sektor teknologi juga memegang peran vital. Melalui Diskominfo, Pemkot Makassar memperkuat transformasi digital guna menciptakan tata kelola pemerintahan yang transparan dan responsif.

Salah satu inovasi unggulannya adalah platform Lontara+.

“Di Dinas Komunikasi dan Informatika, kami secara konsisten mendorong transformasi digital pemerintahan, keterbukaan informasi publik, serta pemanfaatan teknologi informasi yang inklusif,” kata Roem.

Ia menambahkan bahwa digitalisasi layanan publik melalui Lontara+ mempermudah akses warga terhadap pendidikan dan kesehatan.

“Digitalisasi layanan publik menjadi instrumen penting dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap pendidikan, layanan kesehatan, dan informasi yang berkualitas,” sambungnya.

Indikator Kinerja Makro Makassar 2025
Selain IPM yang melesat, Pemerintah Kota Makassar juga mencatatkan sejumlah indikator kinerja yang stabil, di antaranya pertumbuhan ekonomi 5,39 persen.

Kemudian, tingkat kemiskinan 4,43 persen, Inflasi 2,61 persen, Indeks Reformasi Birokrasi: 76,78 persen dan Nilai MCP KPK 87,00.

“Ke depan, Diskominfo akan terus memperkuat inovasi digital dan kolaborasi lintas sektor agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara adil oleh seluruh lapisan masyarakat,” pungkas Roem. (Ril/Adv)

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.