27/02/2026

Majesty.co.id

News and Value

Wali Kota Makassar dengar Langsung Keluhan Warga dalam Safari Ramadan

2 min read
Munafri menegaskan bahwa Safari Ramadan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang untuk mendengar langsung persoalan warga Makassar.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin pada Safari Ramadan di Masjid Babaussalam, Kecamatan Biringkanaya, Kamis (26/2/2026). (Foto: Humas Diskominfo Makassar)

Majesty.co.id, Makassar – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengajak masyarakat untuk memperkuat kebersamaan dan sinergi selama bulan suci Ramadan.

Pesan tersebut disampaikan Munafri saat melaksanakan Salat Isya dan Tarawih berjamaah di Masjid Babaussalam, Kecamatan Biringkanaya, Kamis (26/2/2026).

Munafri menegaskan bahwa Safari Ramadan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang untuk mendengar langsung persoalan warga Makassar.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat guna memastikan pembangunan kota berjalan lancar.

Advertisement
Ikuti Saluran WhatsApp Majesty.co.id

“Kenapa ini penting? Karena dibutuhkan kolaborasi yang kuat, sinergi, dan kerja sama yang baik antara pemerintah dan masyarakat. Kalau ini tidak terjadi, maka kekacauan-kekacauan akan terjadi,” ujarnya di hadapan jemaah.

Munafri juga merespons aspirasi terkait kondisi lorong yang disampaikan tokoh masyarakat setempat.

Ia menegaskan bahwa pemerintah kota senantiasa hadir untuk menyerap keluhan warga secara langsung melalui forum-forum silaturahmi seperti ini.

“Safari Ramadan menjadi ruang untuk mendengar langsung persoalan yang dihadapi masyarakat di wilayah ini,” ungkap Munafri.

Selain itu, ia mendorong agar fungsi masjid diperluas sebagai pusat peradaban dan pembinaan generasi muda.

Ia berharap masjid menjadi tempat penyelesaian persoalan sosial dan pengembangan karakter religius sejak dini.

“Masjid ini mudah-mudahan tidak hanya dipakai sebagai ritual salat lima waktu, tapi seyogianya menjadi pusat peradaban. Tempat membangun generasi Qur’ani, dengan pendidikan agama sejak tahap awal untuk anak-anak,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyinggung kebijakan pemilihan RT/RW secara langsung.

Langkah ini bertujuan agar pimpinan wilayah menjadi mata dan telinga pemerintah yang paling dekat dengan kondisi nyata di lapangan.

“Inilah kami lakukan, supaya bisa menjadi mata dan telinganya pemerintah untuk melihat hal-hal apa lagi yang mungkin belum hadir pemerintah di tempat itu,” jelas Munafri.

Terkait isu ketertiban kota, Munafri menanggapi penertiban bangunan di atas trotoar dan drainase. Ia menegaskan bahwa fasilitas publik harus dikembalikan fungsinya demi kepentingan orang banyak dan pencegahan banjir.

“Pedestrian dan trotoar dibangun menggunakan uang pemerintah untuk memberikan hak kepada pejalan kaki. Bukan untuk ditempati membangun rumah atau tempat usaha,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa tumpukan bangunan di atas saluran air sangat menghambat upaya pemerintah dalam menjaga kelancaran aliran air kota.

“Dampak bangunan lapak di atas saluran air drainase menyebabkan kesulitan pembersihan dan berpotensi menimbulkan banjir,” terangnya.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.