Erwin Aksa Bicara Gagasan Politik Jalang Tengah di Forum DEMA UIN Makassar
2 min read
Kegiatan Islamic Leadership Forum yang digelar Dewan Mahasiswa UIN Alauddin Makassar dengan menghadirkan Anggota DPR RI Erwin Aksa sebagai pembicara. (Foto: Ist)
Majesty.co.id, Makassar – Dewan Mahasiswa (DEMA) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar menggelar Islamic Leadership Forum bertema “Relasi Islam dan Pancasila dalam Kehidupan Politik” pada Minggu (23/11/2025). Anggota DPR RI Fraksi Golkar, Erwin Aksa, hadir sebagai pembicara utama.
Ketua DEMA UIN Makassar, Muh. Zulhamdi Suhafid, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Erwin dan menilai forum ini penting bagi literasi politik mahasiswa.
“Kami menganggap beliau layak menjadi bagian dari kegiatan ini karena pembahasan relasi Islam dan Pancasila sejalan dengan tugas dan fungsi Komisi VIII DPR RI,” ujar Zulhamdi dalam keterangan tertulis.
Dalam sesi wawancara, Erwin Aksa menekankan pentingnya dialog antara wakil rakyat dan generasi muda.
“Yang penting generasi muda mengetahui bahwa teman-teman di DPR, termasuk saya, harus terus berkomunikasi dengan masyarakat, mendengarkan aspirasi dan keluhannya,” katanya.
Ia menambahkan bahwa DPR juga bertugas memperbaiki kebijakan publik dan mengawasi anggaran negara.
Perkenalkan Buku “Jalan Tengah Golkar”
Erwin Aksa menjelaskan bahwa politik jalan tengah telah lama menjadi karakter politik Indonesia.
“Politik tengah selalu memimpin karena kita punya umat Islam moderat yang jumlahnya besar. Masyarakat Indonesia ingin damai dan rukun, dan itu sejalan dengan ajaran Islam,” jelasnya.
Menurutnya, harmonisasi antara Islam dan Pancasila tumbuh secara alami di tengah masyarakat majemuk.
“Kita tidak mengalami konflik seperti di Timur Tengah. Kita hidup rukun, damai, dan mengamalkan Pancasila dengan baik,” ucapnya.
Erwin Aksa menyoroti potensi meningkatnya intoleransi apabila persoalan ekonomi tidak ditangani.
Ia menilai pendidikan dan ketahanan ekonomi berperan besar dalam mencegah ekstremisme.
“Kalau masyarakat hidup dalam kemiskinan atau kemiskinan ekstrem, godaan paham ekstrem lebih mudah masuk,” ungkapnya.
Ia mendorong pemerintah memperkuat lapangan kerja formal, meningkatkan ekonomi keluarga, mengurangi ketergantungan pada pinjaman, dan memperbanyak investasi di sektor produktif.
Di akhir sesi, Erwin memperkenalkan bukunya berjudul Jalan Tengah Golkar yang memaparkan posisi ideologis Golkar sebagai penjaga Pancasila.
“Di situ dijelaskan relevansi politik hari ini dan bagaimana Golkar mengawal negara tetap toleran, damai, dan bersatu,” tuturnya.
Ia menegaskan komitmen Golkar dalam menjaga stabilitas bangsa. “Banyak keberhasilan kebijakan Golkar yang menjaga negara kita tetap toleran dan bersatu,” pungkas Erwin Aksa.
