25/02/2026

Majesty.co.id

News and Value

Lima Tahun Bersinergi, Pemkab Lutim-Save the Children Perkuat Perlindungan Anak di Sektor Kakao

3 min read
Sekretaris Daerah Lutim, Ramadhan Pirade, menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi standar baru dalam membangun kemandirian desa.
Foto bersama jajaran Pemkab Lutim dengan pengurus Save the Children pada sebuah acara di Malili, Selasa (24/2/2026). (Foto: Istimewa/HO)

Majesty.co.id, Luwu Timur – Save the Children Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Luwu Timur (Lutim) resmi menutup rangkaian Program Perlindungan Anak di Rantai Pasok Kakao dan Program GrowHer Kakao.

Acara penutupan yang menandai lima tahun dedikasi program tersebut berlangsung di Aula Sasana Praja Kantor Bupati Lutim, Malili, Selasa (24/2/2026).

Program yang dimulai sejak 2021 ini merupakan kolaborasi strategis dengan PT Mars Wrigley dan didukung GIZ.

Fokus utamanya adalah membangun sistem perlindungan anak yang berkelanjutan serta meningkatkan hak-hak perempuan dalam rantai pasok kakao di wilayah Lutim dan Luwu Utara.

Advertisement
Ikuti Saluran WhatsApp Majesty.co.id

Sekretaris Daerah Lutim, Ramadhan Pirade, menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi standar baru dalam membangun kemandirian desa.

Keberhasilan pembentukan puluhan kelompok perlindungan anak dan usaha perempuan menjadi bukti nyata perubahan di tingkat akar rumput.

“Masa depan Luwu Timur bergantung pada seberapa kuat kita melindungi anak-anak dan memberdayakan perempuan. Keberhasilan PATBM dan kelompok usaha perempuan yang telah terbentuk adalah standar baru dalam membangun kemandirian desa,” ujar Ramadhan Pirade dalam sambutannya.

Di sisi perlindungan anak, program ini berhasil membentuk 51 kelompok Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) di tujuh kecamatan.

PATBM berperan sebagai garda terdepan dalam mencegah kekerasan terhadap anak, di mana sembilan di antaranya kini telah resmi menjadi Lembaga Kemasyarakatan Desa yang berpayung hukum Peraturan Desa.

Senior Manager Agriculture Portofolio Lead Save the Children Indonesia, Ihwana Mustafa, menambahkan bahwa kehadiran PATBM juga sukses memfasilitasi penerbitan lebih dari 3.500 Kartu Identitas Anak (KIA).

Hal ini memastikan anak-anak di wilayah rantai pasok kakao mendapatkan hak dasar identitas mereka.

Sementara itu, pada aspek pemberdayaan perempuan melalui Program GrowHer, telah terbentuk 93 Kelompok Simpan Pinjam Desa (VSLA) di 28 desa.

Kelompok ini berhasil menghimpun dana simpanan lebih dari 6 miliar rupiah, yang memberikan akses permodalan bagi perempuan untuk mengembangkan berbagai unit usaha produktif.

“Sebanyak 446 warga, yang hampir seluruhnya perempuan, kini bersatu dalam 31 kelompok usaha produktif. Mereka telah memiliki legalitas usaha seperti NIB, sertifikasi PIRT, hingga sertifikat Halal,” papar Ihwana.

Usaha yang dikembangkan meliputi pembibitan kakao, pengolahan kompos, hingga aneka olahan hasil pertanian.

Testimoni positif juga datang dari Kepala Desa Tarengge, Anwar, yang merasakan dampak langsung program Gender Action Learning System (GALS) dalam meningkatkan keharmonisan keluarga.

Ia berkomitmen untuk terus mengalokasikan anggaran desa guna memastikan program perlindungan anak dan kesetaraan gender tetap berjalan secara mandiri.

Meskipun program ini resmi ditutup secara seremonial, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur berkomitmen untuk terus menjaga keberlanjutan sistem yang telah terbentuk demi kesejahteraan masyarakat petani kakao di masa depan.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.