12/01/2026

Majesty.co.id

News and Value

Bupati Luwu Timur Tegaskan Dukung Penuh Program Perlindungan Perempuan dan Anak

2 min read
Pemkab Luwu Timur menyampaikan apresiasi kepada Save the Children dan Sulawesi Cipta Forum atas inisiatif dan komitmen dalam menginisiasi kegiatan tersebut.
Acara Pembelajaran Sebaya Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Perempuan di Ballroom Wisma Trans, Malili, Selasa (23/12/2025). (Foto: Majesty.co.id/Huzein)

Majesty.co.id, Luwu Timur — Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menegaskan komitmennya dalam mendukung program perlindungan anak dan pemberdayaan perempuan, khususnya di sektor perkebunan kakao.

Komitmen tersebut disampaikan melalui Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan, Indra Fawzy, yang mewakili Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam dalam kegiatan Pembelajaran Sebaya Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Perempuan, yang digelar di Ballroom Wisma Trans, Malili, Selasa (23/12/2025).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Save the Children (STC) bekerja sama dengan Sulawesi Cipta Forum (SCF) sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem perlindungan anak serta meningkatkan peran perempuan di komunitas perkebunan kakao.

Acara tersebut dihadiri perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Luwu Timur, seluruh pengurus Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) desa se-Kabupaten Luwu Timur, perwakilan PKK Kabupaten Luwu Timur, serta perwakilan Mars Global, Sumardin.

Advertisement
Ikuti Saluran WhatsApp Majesty.co.id

Dalam sambutan Bupati Luwu Timur yang dibacakan Indra Fawzy, pemerintah daerah menyampaikan apresiasi kepada Save the Children dan Sulawesi Cipta Forum atas inisiatif dan komitmen dalam menginisiasi kegiatan tersebut.

Disebutkan, sektor perkebunan kakao memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian masyarakat Luwu Timur.

Namun, di balik potensi tersebut masih terdapat tantangan sosial, seperti ketimpangan peran perempuan serta kerentanan anak, termasuk praktik pekerja anak dan lemahnya perlindungan hak anak.

“Peningkatan keterlibatan perempuan bukan semata-mata isu kesetaraan gender, melainkan investasi sosial jangka panjang untuk menciptakan sumber daya manusia yang tangguh serta lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang anak,” ujar Indra Fawzy.

Pemerintah daerah juga menilai penerapan kerangka kerja Kakao Berkelanjutan (Growing Kakao) relevan untuk menjawab tantangan tersebut, karena menekankan praktik usaha yang bertanggung jawab, perlindungan anak, penghapusan pekerja anak, serta pemberdayaan perempuan sebagai bagian integral dari komunitas kakao.

Melalui kegiatan pembelajaran sebaya ini, para peserta diharapkan dapat saling berbagi pengalaman dan praktik baik guna menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa keberlanjutan sektor kakao hanya dapat terwujud dengan menjunjung tinggi hak-hak perempuan dan anak.


Penulis: Huzein

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.