Momen Idulfitri di Ganggawa, Syahar ungkap Visi “Sidrap 5S”
2 min read
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menyampaikan sambutan pada Salat Idulfitri di Stadion Ganggawa, Sabtu (21/3/2026). (Foto: Humas Diskominfo Sidrap)
Majesty.co.id, Sidrap – Stadion Ganggawa Kabupaten Sidrap menjadi saksi bisu kebangkitan tradisi ibadah terbuka dengan dipadati oleh ribuan umat Islam yang melaksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah, Sabtu (21/3/2026).
Pelaksanaan salat Id di Stadion Sidrap ini merupakan momen bersejarah setelah puluhan tahun tidak pernah lagi dilakukan, menandai pemulihan ruang publik untuk ibadah massal sesuai sunah Rasulullah.
Hadir di tengah-tengah jemaah, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif bersama Wakil Bupati Nurkanaah serta rombongan Forkopimda.
Suasana khidmat dan harmonis sangat kental terasa saat lantunan takbir, tahmid, dan tahlil berkumandang sebagai ungkapan syukur atas kemenangan setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa Ramadan.
Bertindak sebagai khatib pada kesempatan tersebut adalah Kiyai Haji Muhammad Nur Taufiq Sanusi Baco, yang menyampaikan pesan-pesan hikmah mendalam bagi jemaah.
Sementara itu, posisi imam Salat Id dipercayakan kepada Kiyai Haji Irwan Muhammad Ali.
Sinergi antara ulama dan umarah ini menambah kekhusyukan ribuan warga yang memadati area lapangan hijau stadion kebanggaan masyarakat Sidrap tersebut.
Dalam sambutannya, Bupati Syaharuddin Alrif alias Syahar menekankan bahwa momentum Idulfitri harus menjadi kekuatan baru untuk memperkuat persatuan dan semangat gotong royong.
Ia secara aktif mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengubah stigma daerah melalui visi “Sidrap 5S” demi memajukan sektor pertanian, pendidikan, dan kesejahteraan umum.
“Mari kita mengubah stigma negatif Kabupaten Sidrap menjadi 5S yaitu Sidrap Berkah, Sidrap Bercahaya, Sidrap Bersih, Sidrap Aman dan Religius, serta Sidrap Maju dan Sejahtera. Ini harus menjadi landasan utama keberlanjutan pembangunan kita ke depan,” tegas Syahar.
Bupati juga menekankan pentingnya memperkuat koordinasi antara tiga unsur utama, yakni umarah (pemerintah), ulama, dan agenia (pelaku usaha/penggerak) dalam mengelola daerah.
Dengan persatuan ketiga unsur tersebut, ia optimis Kabupaten Sidrap dapat bertransformasi menjadi lumbung yang komprehensif bagi kemajuan Indonesia.
“Persatuan ketiga unsur ini diharapkan menjadikan Kabupaten Sidrap sebagai lumbung beras, lumbung telur, lumbung energi terbarukan, hingga lumbung penghafal Al-Qur’an di Indonesia,” pungkas Syahar menutup sambutannya yang disambut hangat oleh masyarakat.
