Annas Ahmad, Dokter Teladan Nasional kini Direktur Utama RS Wahidin Makassar
3 min read
Dokter Annas Ahmad berpidato untuk pertama kalinya sebagai Direktur Utama RSUP Wahidin Sudirohusodo di Kota Makassar, Kamis (19/2/2026). (Foto: Istimewa/Reza Arifuddin)
Majesty.co.id, Makassar – RSUP Dokter Wahidin Sudirohusodo menggelar prosesi serah terima jabatan Direktur Utama yang menandai estafet kepemimpinan dari Syafri Kamsul Arif kepada Dokter Annas Ahmad di Kota Makassar, Kamis (19/2/2026).
Sertijab Direktur Utama RSUP Dokter Wahidin merupakan tindak lanjut setelah Annas Ahmad resmi dilantik oleh Menteri Kesehatan RI pada 10 Februari 2026.
Dalam sambutannya, Annas Ahmad menegaskan bahwa pergantian pimpinan adalah bentuk kesinambungan visi untuk memperkuat layanan kesehatan unggul.
Ia menekankan pentingnya empati dalam melayani pasien yang datang mencari kesembuhan.
“Rumah sakit ini bukan sekadar institusi pelayanan kesehatan. Ini adalah tempat harapan. Tempat masyarakat datang dengan kecemasan, doa, dan kepercayaan. Karena itu kita bekerja bukan untuk pujian, tetapi untuk menghadirkan pertolongan dan menjaga martabat kemanusiaan,” kata Annas dalam keterangan tertulis.
Annas Ahmad membawa pengalaman panjang dalam manajemen kesehatan.
Memulai karir 25 tahun lalu sebagai dokter PTT di Kabupaten Pangkep, ia pernah meraih predikat Dokter Teladan Nasional dan memimpin Puskesmas Segeri hingga meraih penghargaan Citra Pelayanan Prima dari Kemenpan-RB.
Ia juga sempat menjabat sebagai Direktur RSUD Batara Siang Pangkep selama empat tahun sebelum akhirnya terpilih menjadi Direktur Utama RSUP dr. Ben Mboi pada 2023.
Atas kinerjanya, ia meraih penghargaan Makarti Bhakti Nagari sebagai peserta terbaik Pelatihan Kepemimpinan Nasional II Kemenkes tahun 2025.
Annas turut memberikan apresiasi tinggi kepada Syafri Kamsul Arif atas fondasi pelayanan prima yang telah dibangun selama ini.
“Capaian hari ini adalah fondasi kuat yang menjadi referensi nasional bagi rumah sakit vertikal lainnya. Untuk mempertahankan dan meningkatkannya dibutuhkan kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas,” ujarnya.
Fokus 5 Strategi Awal
Sebagai langkah awal, Annas akan melakukan rapid assessment (penilaian cepat) secara komprehensif dalam satu bulan pertama kepemimpinannya yang mencakup lima dimensi strategis.
Pertama, pada aspek Keunggulan Klinis (Clinical Excellence), fokus utama adalah memperketat standar mutu pelayanan dan memastikan keselamatan pasien menjadi prioritas tertinggi di setiap unit tindakan.
Kedua, dari sisi Keberlanjutan Finansial (Financial Sustainability), ia berkomitmen menciptakan pengelolaan anggaran yang transparan dan akuntabel guna menjamin kesehatan finansial institusi dalam jangka panjang.
Ketiga, untuk mencapai Keunggulan Operasional (Operational Excellence), akan dilakukan pembenahan pada efisiensi alur layanan agar masyarakat dapat mengakses fasilitas kesehatan dengan lebih cepat dan mudah.
Keempat, melalui Transformasi Sumber Daya Manusia (Human Capital Transformation), Annas menekankan pentingnya pengembangan kapasitas pegawai dan pembentukan budaya kerja yang profesional serta penuh integritas.
Terakhir, pada dimensi Reputasi dan Kepercayaan Institusi (Institutional Reputation and Trust), seluruh upaya tersebut bertujuan menjaga kepercayaan publik agar RSUP Wahidin Sudirohusodo tetap menjadi pusat rujukan medis yang paling diandalkan di Indonesia
Timur.
Menutup arahannya, Annas mengajak seluruh civitas hospitalia untuk bersinergi meningkatkan integritas dan empati.
“Bertepatan dengan bulan Ramadhan, mari jadikan ini momentum pembaruan niat, memperkuat integritas, memperdalam empati, dan memperkokoh pengabdian,” tutupnya.
Acara sertijab ini dihadiri oleh jajaran Dewan Pengawas, Rektor Universitas Hasanuddin Jamaluddin Jompa, perwakilan Kementerian Kesehatan, Wakil Wali Kota Makassar, serta jajaran direksi dan staf RSUP Wahidin Sudirohusodo.
