PT POMU Luwu Timur siap Eksplorasi Pasca Idulfitri, Pekerja Lokal Jadi Prioritas
2 min read
Direktur SDM dan CSR PT Pongkeru Mineral Utama atau POMU, Ittong Sulle, menyampaikan pidato pada acara buka puasa bersam yang digelar di Malili, Luwu Timur, Selasa (17/3/2026). (Foto: Istimewa/HO)
Majesty.co.id, Luwu Timur – Perusahaan daerah PT Pongkeru Mineral Utama (POMU) menggelar kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu Timur, Malili, Selasa (17/3/2026).
Agenda ini dilaksanakan PT POMU untuk mempererat hubungan antara perusahaan, pemerintah daerah dan masyarakat, sekaligus menegaskan komitmen terhadap praktik pertambangan berkelanjutan di wilayah tersebut.
Direktur SDM dan CSR POMU, Ittong Sulle, menyampaikan bahwa prinsip good mining practice menjadi dasar utama operasional perusahaan.
“Komunikasi terbuka dengan masyarakat lokal merupakan kunci keberhasilan kegiatan usaha, sehingga momen Ramadan kita maksimalkan untuk membangun hubungan yang lebih harmonis,” kata Ittong Sule dalam keterangan tertulism
Dalam kesempatan tersebut, manajemen PT POMU memaparkan capaian penting sepanjang tahun 2025, termasuk penyelesaian seluruh perizinan utama seperti UKL-UPL dari
Kementerian Lingkungan Hidup serta Rencana Kerja dan Biaya (RKB) eksplorasi.
Perusahaan juga telah memantapkan infrastruktur pendukung mulai dari kantor pusat di Jakarta, kantor perwakilan di Makassar, hingga fasilitas operasional di Malili.
Terkait rencana kerja ke depan, PT POMU menargetkan kegiatan eksplorasi dapat segera dimulai usai Idulfitri 2026. Pihak perusahaan memprediksi seluruh proses perizinan akan rampung dalam waktu sekitar satu bulan setelah lebaran.
Selain itu, perusahaan secara terbuka menyatakan kesiapan untuk menyerap tenaga kerja, termasuk memberikan peluang bagi talenta lokal Luwu Timur.
Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam alias Ibas yang hadir dalam kegiatan tersebut menjelaskan bahwa kehadiran PT POMU merupakan bagian dari pengelolaan tiga blok eks PT Vale Indonesia, yakni Blok Bulu Ballang, Lingke Utara, dan Pongkeru.
Total area yang akan dikelola mencakup lahan seluas kurang-lebih 4.700 hektare.
“Kita berharap seluruh tahapan pengembangan tambang ini dapat berjalan sesuai rencana yang telah ditetapkan,” kata Ibas.
Ia menekankan pentingnya kontribusi nyata perusahaan dalam memberdayakan tenaga kerja lokal serta mendorong percepatan pembangunan daerah melalui sinergi yang kuat antara sektor swasta, pemerintah, dan masyarakat setempat.
