22/01/2026

Majesty.co.id

News and Value

KNKT: Pesawat ATR 42-500 Diduga Tabrak Gunung Bulusaraung Pangkep

2 min read
Kepala KNKT, Soerjanto Tjahjono, menjelaskan bahwa berdasarkan indikasi awal hasil evaluasi data penerbangan, pesawat masih dalam kondisi dikendalikan oleh pilot menjelang kejadian.

Pesawat ATR 42-500 yang dilaporkan hilang kontak di Maros. (Foto: Jetphotos)

Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport sebelum dinyatakan hilang kontak pada Sabtu (17/1/2026). (Foto: Jetphotos)

Majesty.co.id, Makassar — Serpihan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) ditemukan di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulsel pada Minggu (18/1/2026).

Penemuan sejumlah serpihan pesawat ATR 42-500 mengungkap dugaan awal penyebab kecelakaan udara itu.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menduga pesawat ATR yang disewa Kementerian Kelautan dan Perikanan diduga menghantam bukit atau lereng Gunung Bulusaraung, sebelum dinyatakan hilang kontak pada Sabtu siang, 17 Januari 2026.

Kepala KNKT, Soerjanto Tjahjono, menjelaskan bahwa berdasarkan indikasi awal hasil evaluasi data penerbangan, pesawat masih dalam kondisi dikendalikan oleh pilot menjelang kejadian.

Advertisement
Ikuti Saluran WhatsApp Majesty.co.id

“Dari indikasi awal, pilot masih melakukan kontrol terhadap pesawat. Namun, pesawat tidak berada dalam kendali penuh atau uncontrolled,” ujar Soerjanto dalam konferensi pers di area kedatangan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Minggu (18/1/2026).

Kondisi tersebut, kata Soerjanto, mengarah pada dugaan kuat bahwa pesawat menghantam permukaan bukit atau lereng gunung.

“Dugaan sementara, pesawat menghantam bukit atau lereng Gunung Bulusaraung,” katanya.

Dalam proses investigasi, KNKT memprioritaskan pencarian kotak hitam (black box) yang dinilai krusial untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan.

Soerjanto secara khusus meminta tim SAR dan Basarnas di lapangan untuk memfokuskan pencarian pada bagian tersebut.

“Black box berada di bagian ekor pesawat. Sementara ekor pesawat yang ditemukan dalam kondisi hancur. Karena itu, saya menitipkan secara khusus kepada tim di lapangan untuk mencari benda tersebut,” tegasnya.

Hingga kini, KNKT masih mendalami penyebab kecelakaan dengan mengumpulkan berbagai data pendukung, termasuk rekaman radar dan catatan komunikasi terakhir antara pilot dan petugas pengatur lalu lintas udara.

KNKT menegaskan, kesimpulan resmi terkait penyebab kecelakaan baru akan diumumkan setelah seluruh data dan bukti fisik, termasuk hasil analisis black box, berhasil dikumpulkan dan ditelaah secara menyeluruh.

“Kami baru dapat menyimpulkan penyebab pasti kecelakaan setelah semua data dan bukti fisik terkumpul,” pungkas Soerjanto.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.