Banjir di Angkona Lutim Rendam Sekolah, Hutan Gundul Disebut sebagai Pemicu
2 min read
Kondisi SMP Negeri 5 Angkona yang terendam banjir. (Foto: Ist)
Majesty.co.id, Luwu Timur – Banjir kembali merendam kompleks SMP Negeri 5 Angkona di Desa Taripa, Kecamatan Angkona, Kabupaten Luwu Timur (Lutim).
Banjir di Angkona dilaporkan terjadi pada 15 Desember 2025. Banjir ini cukup mengganggu aktivitas belajar-mengajar di sekolah tersebut.
Bupati Lutim Irwan Bachri Syam, telah meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk melakukan peninjauan dan penanganan langsung di lokasi terdampak banjir.
Banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Magege setelah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.
Air sungai yang tidak tertampung masuk ke kawasan sekolah dan menggenangi sejumlah bangunan.
Peninjauan lapangan dilakukan secara terpadu oleh Dinas PUPR bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Luwu Timur.
Plt Kepala Dinas Pendidikan, Raodah turut meninjau ruang kelas, laboratorium, kantor sekolah, hingga mushollah yang terdampak.
Tim teknis Dinas PUPR Luwu Timur menemukan adanya pendangkalan Sungai Magege akibat sedimentasi yang mengurangi kapasitas aliran air.
Kondisi ini menyebabkan sungai mudah meluap saat hujan.
Sekretaris Dinas PUPR Luwu Timur, Yusran Achmad menjelaskan bahwa banjir tidak hanya disebabkan faktor teknis di hilir, tetapi juga kerusakan lingkungan di daerah hulu sungai.
“Penggundulan hutan dan pembukaan lahan perkebunan sawit di wilayah pegunungan mempercepat limpasan air dan erosi tanah,” kata Yusran, Rabu (17/12/2025).
“Material sedimen kemudian terbawa ke Sungai Magege dan memperparah pendangkalan,” imbuh dia.
Sebagai langkah awal, Pemkab Luwu Timur merekomendasikan normalisasi Sungai Magege, pembersihan lumpur di lingkungan sekolah, serta penataan sementara saluran drainase.
Ke depan, pemerintah juga menyiapkan pembangunan tanggul permanen dan rehabilitasi DAS Magege.
Penulis: Huzein
