PSM Makassar Anggap Kasus Ricky Pratama Ranah Pribadi
2 min read
Pemain PSM Makassar, Ricky Pratama. (Foto: Official PSM)
Majesty.co.id, Makassar — Manajemen PSM Makassar akhirnya memberikan tanggapan resmi terkait pemolisian salah satu pemain mudanya, Ricky Pratama, atas dugaan penganiayaan terhadap sang kekasih yang berinisial AD.
Media Officer PSM Makassar, Sulaiman Abdul Karim, menyatakan bahwa pihak klub telah memanggil Ricky Pratama untuk memberikan klarifikasi langsung mengenai permasalahan yang sedang viral di media sosial tersebut.
“Pihak klub telah memanggil pemain untuk memberikan penjelasan. Namun, pada prinsipnya, kami memahami bahwa ini adalah ranah pribadi pemain,” ujar Sulaiman dalam keterangannya, Selasa (17/2/2026).
Manajemen tim berjuluk Pasukan Ramang ini menegaskan akan menghormati jalur hukum yang sedang berjalan di Polda Sulawesi Selatan.
Pihak klub memberikan waktu sepenuhnya kepada Ricky untuk mengikuti setiap tahapan pemeriksaan.
“Klub akan berpegang pada asas kepastian hukum dengan memantau perkembangan status hukum dari pemain yang bersangkutan guna menghindari isu-isu liar yang beredar,” tambahnya.
Kronologi Dugaan Penganiayaan
Berdasarkan laporan kepolisian bernomor LP/B/190/II/2026/SPKT/POLDA SULAWESI SELATAN, penganiayaan diduga terjadi pertama kali pada 6 Februari 2026 di sebuah rumah kos di Jalan Anuang, Makassar.
Kuasa hukum korban, Eko Saputra, mengungkapkan bahwa kliennya mengalami luka di bagian leher akibat tindakan kekerasan.
Tak hanya di Makassar, aksi serupa diduga kembali terjadi saat korban ikut mendampingi Ricky bertanding ke Yogyakarta baru-baru ini.
“Korban mengaku dibanting dan dicekik. Setelah kejadian di Yogyakarta, korban langsung mengajukan visum di rumah sakit setempat sebagai bukti tambahan,” jelas Eko Saputra.
Laporan yang diajukan pada Minggu (15/2/2026) tersebut kini sedang dalam tahap penyelidikan awal oleh aparat kepolisian.
Pihak Polda Sulsel telah menerima laporan tersebut dengan dugaan pelanggaran Pasal 466 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait tindak kekerasan fisik.
Kasus ini memicu perhatian publik secara luas lantaran Ricky Pratama merupakan figur publik yang pernah membela Timnas Indonesia dan saat ini masih aktif sebagai pemain profesional di Liga 1.
