18/02/2026

Majesty.co.id

News and Value

Legislator Nasdem Dukung Pemkot Makassar Bongkar-Relokasi Kios PKL

2 min read
Legislator Ari Ashari Ilham bahkan siap "pasang badan" untuk mengawal "penertiban" kios PKL yang gencar dilakukan petugas Pemkot Makassar.
Pembongkaran bangunan lapak pedagang kaki lima atau kios di Jalan Sultan Alauddin, Kota Makassar. (Foto: Istimewa/HO)

Majesty.co.id, Makassar — Ketua Fraksi Nasdem DPRD Kota Makassar, Ari Ashari Ilham, mendukung langkah pemerintah membongkar dan merelokasi kios pedagang kaki lima atau PKL yang berjualan di fasilitas umhm atau fasum.

Legislator Ari Ashari Ilham bahkan siap “pasang badan” untuk mengawal “penertiban” kios PKL yang gencar dilakukan petugas Pemkot Makassar dalam satu bulan terakhir.

Ari menilai, dalam kurun waktu puluhan tahun, baru kali ini ia melihat progres penataan Kota Makassar yang nyata, terukur, dan berani mengembalikan hak pejalan kaki tanpa mengabaikan aspek kemanusiaan.

“Akhirnya Kota Makassar punya wali kota yang benar-benar membuktikan kinerja. Penataan kota lebih maju, lebih tertib, dan mulai terlihat arah pembangunannya. Puluhan tahun baru saya rasakan ada wali kota yang bekerja seperti ini,” ujar Ari dalam keterangan tertulis, Senin (16/2/2026).

Advertisement
Ikuti Saluran WhatsApp Majesty.co.id

Sekretaris DPD NasDem Makassar ini mengakui bahwa menertibkan PKL yang sudah puluhan tahun menetap bukanlah hal mudah, namun Pemkot Makassar berhasil melakukannya melalui pendekatan yang tepat.

Salah satu poin yang dipuji adalah pola komunikasi persuasif yang dikedepankan Pemerintah Kota.

Terbukti, di banyak titik, para pedagang secara sukarela membongkar lapaknya sendiri sebelum petugas turun tangan.

“Pemerintah hadir bukan untuk menekan, tetapi untuk menata dan mencarikan solusi. Itulah mengapa hampir tidak ada gesekan di lapangan. Pedagang punya hak mencari nafkah, tapi pejalan kaki juga punya hak atas keselamatan dan kenyamanan,” jelasnya.

Ari menekankan pentingnya trotoar kembali berfungsi untuk pejalan kaki agar masyarakat tidak lagi terpaksa turun ke badan jalan yang berisiko mengancam keselamatan.

Kendati mendukung penuh penertiban, Ari tetap meminta agar Pemkot Makassar menyiapkan solusi konkret berupa relokasi yang layak bagi para pedagang terdampak.

Hal ini bertujuan agar roda ekonomi masyarakat kecil tetap berputar tanpa melanggar aturan.

Ke depan, ia berharap penataan tidak berhenti pada drainase dan trotoar saja, tetapi merambah ke area tampak depan pasar-pasar tradisional yang berada di tengah kota agar terlihat lebih representatif.

“Pasar adalah etalase aktivitas ekonomi kita. Tampak depannya harus rapi dan mencerminkan wajah Makassar yang semakin maju dan modern,” tambahnya.

Sinergi antara eksekutif dan legislatif ini diharapkan terus konsisten guna mewujudkan Makassar sebagai kota metropolitan yang bersih, estetis, dan nyaman bagi seluruh elemen masyarakat.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.