Banggar DPRD Sulsel Cek Proyek Jalan Gowa-Takalar, Minta Masyarakat Ikut Awasi
3 min read
Dialog anggota Banggar DPRD Sulsel (kiri) dengan pihak Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel di lokasi proyek jalan di Samata, Kabupaten Gowa. (Foto: Humas Sekretariat DPRD Sulsel)
Majesty.co.id, Gowa – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan peninjauan langsung terhadap pengerjaan infrastruktur jalan di ruas Burung-Burung hingga Bili-Bili, Kabupaten Gowa, serta ruas jalan di Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Senin (16/3/2026).
Peninjauan ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi didampingi dua Wakil Ketua DPRD yaitu Fauzi Andi Wawo dan Sufriadi Arif, serta Ketua Banggar Mizar Roem.
Andi Rachmatika Dewi yang akrab disapa Cicu menjelaskan bahwa kunjungan lapangan ini merupakan respons cepat atas aspirasi dan keluhan masyarakat terkait kondisi jalan yang sedang dalam tahap pengerjaan.
Pihaknya ingin memastikan bahwa progres pembangunan berjalan sesuai rencana, terutama untuk menjamin kenyamanan pengguna jalan menjelang musim mudik lebaran mendatang.
“Kami turun langsung selain karena aspirasi dan keluhan masyarakat, juga ingin memastikan seperti apa pengerjaan jalan ini,” kata Cicu.
“Jika ada persoalan di lapangan, tentu DPRD juga ikut disorot. Apalagi menjelang musim mudik, minimal ada penanganan sementara atau pemeliharaan agar masyarakat bisa melintas dengan aman,” ujar Cicu di lokasi peninjauan.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Banggar DPRD Sulsel, Mizar Roem, memaparkan bahwa pengerjaan proyek jalan ini mengikuti tahapan teknis yang ketat sehingga hasilnya tidak bisa terlihat secara instan.
Pada Paket 1 ruas batas Gowa–Sinjai, pengerjaan saat ini difokuskan pada tahap Lapis Pondasi Agregat (LPA) dan pembangunan drainase guna memperkuat struktur dasar sebelum dilakukan pengaspalan akhir.
“Jika pengaspalan dilakukan tanpa melalui tahapan tersebut, jalan akan cepat rusak karena air bisa menggenang dan merusak struktur jalan. Karena itu pekerjaan ini membutuhkan waktu,” jelas Mizar Roem sembari menambahkan bahwa proyek ini menggunakan skema pendanaan tahun jamak (multi-years) selama tiga tahun.
Mizar juga mengajak masyarakat untuk turut aktif melakukan pengawasan terhadap jalannya proyek ini demi kualitas pembangunan yang maksimal.
Ia menyarankan warga untuk mendokumentasikan temuan teknis yang dianggap tidak sesuai dan melaporkannya melalui kanal media sosial resmi pemerintah terkait.
“Jika masyarakat menemukan hal-hal teknis di lapangan yang dianggap tidak sesuai, silakan didokumentasikan dan disampaikan melalui media sosial dengan menandai akun Gubernur, DPRD, maupun Dinas PU,” katanya sebagai bentuk keterbukaan informasi publik.
Kepala Seksi Preservasi Jalan Dinas BMBK Sulsel, ZN Ahmad Wildani, memastikan bahwa sejauh ini pelaksanaan proyek oleh PT Tristar masih berjalan sesuai jadwal.
Ia menjelaskan bahwa penentuan prioritas penanganan didasarkan pada metode kerja tertentu dan volume lalu lintas harian, sembari tetap mempertimbangkan faktor cuaca demi ketahanan struktur jalan di masa depan.
