Labbiri Madendang: Saat Seni-Budaya Makassar “Turun ke Jalan” Menghibur Warga
2 min read
Kolase foto. Pertunjukan seni dan budaya Kota Makassar ditampilkan oleh Dinas Kebudayaan Makassar pada Car Free Day di Jalan Jenderal Sudirman, Minggu (15/2/2026). (Foto: Istimewa/HO)
Majesty.co.id, Makassar — Dinas Kebudayaan Kota Makassar meluncurkan sebuah gerakan budaya inovatif bertajuk “Labbiri Madendang” di area Car Free Day (CFD) Jalan Jenderal Sudirman, Minggu (15/2/2026).
Diambil dari kata Labbiri yang berarti mulia atau terbaik dan Madendang yang berarti bersenandung, kegiatan ini bertujuan untuk mendekatkan kembali nilai-nilai luhur budaya Makassar kepada masyarakat luas secara langsung.
Berbeda dengan pertunjukan seni pada umumnya, Labbiri Madendang hadir sebagai ruang interaktif di mana warga yang sedang berolahraga diajak untuk menari dan menyanyi bersama di tengah jalan.
Dalam keterangan resminya, Dinas Kebudayaan Makassar menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menghapus sekat antara pelaku seni dan penonton.
Budaya tidak lagi hanya dilihat di atas panggung formal, melainkan dirasakan sebagai bagian dari gaya hidup modern.
“Melalui setiap langkah gerak penari dan senandung lagu daerah yang dibawakan, Labbiri Madendang diharapkan mampu menghidupkan kembali semangat kebersamaan (Assiitajang) warga Kota Daeng,” tulis pernyataan resmi Dinas Kebudayaan Makassar, Senin (16/2/2026).
Hadirnya kegiatan ini di CFD Sudirman menjadi strategi jitu untuk menyasar generasi muda dan keluarga yang rutin berkumpul setiap akhir pekan.
“Budaya Makassar adalah kehidupan yang terus bergerak. Labbiri Madendang adalah pembuktian bahwa identitas kita tetap mulia namun tetap relevan dengan zaman,” demikian pernyataan resmi tersebut.
Melalui gerakan ini, Pemerintah Kota Makassar berharap masyarakat tidak hanya bangga akan identitas budayanya, tetapi juga aktif melestarikannya dalam keceriaan dan harmoni di ruang publik.
