Hari Ini, MWA Unhas Pilih Rektor Periode 2026-2030
2 min read
Dari kiri ke kanan. Tiga calon rektor Unhas Sukardi Weda, Jamaluddin Jompa dan Budu berfoto bersama usai penjaringan calon rektor oleh Senat Akademik di Kampus Unhas Makassar. (Foto: Istimewa)
Majesty.co.id, Makassar – Majelis Wali Amanat Universitas Hasanuddin (Unhas) pada Rabu (14/1/2026) hari ini dijadwalkan memilih calon rektor Unhas periode 2026-2031.
Pemilihan Rektor Unhas akan berlangsung di kampus Unhas Jakarta, Petojo, Gambir. Tiga calon yang bakal dipilih MWA yaitu Jamaluddin Jompa, Budu dan Sukardi Weda.
Kepala Bidang Humas Kantor Sekretariat Rektor Unhas Ishaq Rahman mengatakan, MWA memberi waktu 5 menit kepada tiga calon rektor menyampaikan visi-misinya sebelum pemilihan berlangsung.
“Pada rapat terbuka akan diisi oleh penyampaian visi-misi dari masing-masing calon rektor yang durasinya selama lima menit,” kata Ishaq Rahman dalam keterangannya di Makassar, Selasa (13/1/2026).
Sebelumnya, Ishaq menjelaskan bahwa pemilihan rektor Unhas digelar di Jakarta berdasarkan kesepakatan panitia dengan anggota MAW.
Hal ini dimaksudkan untuk memfasilitasi kesibukan beberapa anggota MWA dari unsur ex-officio yaitu Mendikti Saintek dan Ketua IKA Unhas yang juga merupakan Menteri Pertanian.
Selain itu, pemilihan Rektor Unhas berlangsung di Jakarta untuk menyesuaikan waktu anggota MWA dari unsur tokoh masyarakat, yaitu Tony Wenas (CEO Freeport), Arsyad Rasjid (Pengusaha Nasional), dan Sangkot Marzuki (ilmuwan).
Adapun MWA Unhas yang memilih calon rektor berjumlah 19 orang, yang terdiri dari 3 ex-officio yaitu Mendikti Saintek, Gubernur Sulsel dan Ketua IKA Unhas.
MWA juga terdiri dari perwakilan dosen yang berjumlah 8, satu di antaranya adalah mantan rektor Unhas dua periode, Dwia Aries Tina Pulubuhu.
Kemudian unsur tokoh masyarakat 3 orang serta tenaga pendidik 2 orang. Adapun perwakilan mahasiswa atau BEM ditiadakan.
MWA Unhas bakal memilih calon rektor dalam rapat tertutup untuk mencapai musyawarah mufakat alias aklamasi.
Kata Ishaq Rahman, jika anggota MWA tidak mencapai sepakat, maka pemilihan dilanjutkan dengan voting secara tertutup.
