5 ribu Petugas Gabungan Jaga Mudik Lebaran di Sulsel, Kapolda minta Cek Rumah Kosong
2 min read
Kapolda Sulsel Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro memimpin upacara gelar pasukan mudik lebaran Idulfitri di Mapolda Sulsel, Kota Makassar. (Foto: Humas Polda Sulsel)
Majesty.co.id, Makassar – Sebanyak 5.268 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan arus mudik dan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah di wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel).
Personel yang diterjunkan dalam Operasi Kepolisian Terpusat sandi “Ketupat-2026” itu terdiri dari berbagai unsur, mulai dari Polri, TNI, hingga instansi terkait lainnya.
Mereka disiagakan guna memastikan pelaksanaan mudik serta perayaan Idulfitri dapat berlangsung aman, tertib, lancar, dan nyaman bagi masyarakat.
Ribuan personel tersebut akan ditempatkan pada 108 pos pengamanan yang tersebar di berbagai wilayah di Sulsel.
Secara nasional, Operasi Ketupat 2026 akan dilaksanakan selama 13 hari, mulai tanggal 13 hingga 25 Maret 2026 dengan melibatkan sebanyak 161.243 personel gabungan dari Polri, TNI, serta instansi terkait lainnya.
Penyampaian “Operasi Ketupat 2026” tersebut disampaikan oleh Kapolda Sulsel, Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro saat Apel yang digelar di Lapangan Upacara Mapolda Sulsel, pada Kamis (12/03/2026).
Untuk wilayah Polda Sulawesi Selatan, pengamanan akan melibatkan 2.583 personel Polri, 546 personel TNI, serta 2.139 personel dari berbagai instansi terkait.
Mereka akan disiagakan pada 61 pos pengamanan, 22 pos pelayanan, dan 25 pos terpadu yang tersebar di berbagai wilayah. Pengamanan juga difokuskan pada sejumlah objek vital seperti masjid, lokasi salat Id, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, hingga bandara.
Dalam amanat yang dibacakannya, Kapolda Sulsel berharap seluruh personel yang terlibat dapat memahami serta melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab.
“Saya berharap agar seluruh personel memedomani dan mensosialisasikan pelaksanaan operasi ini sehingga dapat dipahami dan dilaksanakan dengan baik,” katanya.
“Saya berharap agar seluruh personel memedomani dan mensosialisasikan pelaksanaan operasi ini sehingga dapat dipahami dan dilaksanakan dengan baik,” ia menambah.
Lebih lanjut ia juga meminta kepada personel di lapangan agar melakukan pendataan terhadap rumah-rumah kosong yang ditinggalkan pemudik, untuk memastikan hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.
Selain itu, mereka juga diminta menyediakan layanan penitipan kendaraan bermotor di kantor kepolisian guna memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Kapolda Sulsel juga menginstruksikan personel untuk mengoptimalkan layanan Kepolisian 110 agar masyarakat mudah memperoleh bantuan.
“Pastikan masyarakat mengetahui seluruh informasi layanan kepolisian, pesan-pesan kamtibmas hingga penerapan rekayasa lalu lintas,” pungkasnya.
Penulis: Suedi
