Iran mundur dari Piala Dunia 2026 usai Diserang Amerika-Israel, Siapa Penggantinya?
2 min read
Skuad Timnas Iran dalam sebuah kompetisi belum lama ini. (Foto: Instagram/teammellifootball)
Majesty.co.id, Teheran – Pemerintah Iran melalui Menteri Olahraga dan Pemuda, Ahmad Donyamali, menyatakan bahwa negaranya tidak akan berpartisipasi dalam putaran final Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Keputusan ini diambil menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran sejak pekan lalu yang menewaskan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Ahmad Donyamali menegaskan bahwa kondisi politik dan keamanan saat ini tidak memungkinkan bagi skuad Team Melli untuk bertanding di wilayah Amerika Serikat.
“Mengingat pemerintah korup ini telah membunuh pemimpin kami, dalam keadaan apa pun kami tidak memiliki kondisi yang layak untuk berpartisipasi dalam Piala Dunia,” ujar Ahmad Donyamali dalam wawancara dengan IRIB Sports Network, Selasa (10/3/2026).
“Anak-anak kami tidak aman, dan kondisi untuk berpartisipasi tidak ada.”
Iran sebelumnya dijadwalkan melakoni tiga laga penyisihan grup, menghadapi Selandia Baru dan Belgia di Los Angeles, serta melawan Mesir di Seattle.
Namun, serangan rudal dan drone yang diluncurkan Iran sebagai balasan atas serangan AS dan Israel semakin menutup ruang diplomasi olahraga kedua negara.
Donyamali menambahkan bahwa beban psikologis akibat peperangan yang terjadi beberapa bulan terakhir menjadi pertimbangan utama pengunduran diri ini.
“Selama delapan atau sembilan bulan terakhir, dua perang telah dipaksakan kepada kami dan beberapa ribu orang kami telah terbunuh dan menjadi martir. Oleh karena itu, kami jelas tidak memiliki kemungkinan untuk berpartisipasi,” tambahnya.
Padahal, sebelumnya Presiden FIFA Gianni Infantino sempat menyatakan melalui media sosial bahwa ia telah bertemu dengan Presiden AS Donald Trump.
Dalam pertemuan tersebut, Trump disebut memberikan jaminan bahwa Iran dipersilakan untuk berkompetisi demi persatuan dunia melalui sepak bola.
Berdasarkan regulasi FIFA, jika sebuah tim menarik diri, badan pengatur sepak bola dunia tersebut memiliki otoritas penuh untuk menunjuk tim pengganti.
Kandidat terkuat yang diprediksi akan mengisi slot Iran adalah sesama wakil dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), yakni Irak atau Uni Emirat Arab (UEA).
Meski demikian, FIFA juga berhak menunjuk tim dari konfederasi lain sesuai dengan evaluasi teknis yang akan dilakukan dalam waktu dekat.
