Canggih! Anak Muda Makassar ubah Sampah Plastik Jadi BBM, Pemkot Siap Fasilitasi
2 min read
Kolase foto. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengunjungi instalasi daur ulang sampah jadi BBM milik warga Bontoal dan BBM yang dihasilkan berupa Solar dan bensin. (Foto: Humas Diskominfo Makassar)
Majesty.co.id, Makassar — Inovasi kreatif kembali lahir dari tangan pemuda Kota Makassar. Sampah plastik yang selama ini menjadi persoalan lingkungan yang serius, berhasil disulap menjadi bahan bakar minyak (BBM) yang bernilai guna.
Inovasi ini mendapat perhatian langsung dari Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi), saat mengunjungi lokasi peleburan sampah plastik di Jalan Labu Lorong, Kecamatan Bontoala, Rabu (11/2/2026).
Appi menyaksikan langsung bagaimana sampah plastik rumah tangga dilebur menggunakan teknologi sederhana hingga menghasilkan cairan bahan bakar yang bisa dimanfaatkan warga.
Penggagas inovasi ini bernama Darwin. Ia menggunakan instalasi drum besi dan memanfaatkan oli bekas sebagai bahan pembakar untuk menjaga efisiensi produksi.
Proses memasak sampah plastik membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga jam. Dari proses penyulingan tersebut, dihasilkan bahan bakar minyak dengan kualitas yang beragam.
“Sekitar 10 kilogram sampah plastik bisa menghasilkan satu liter bahan bakar. Hasil pembakarannya bisa menjadi solar dan setelah penyulingan bisa mendekati bensin setara premium,” jelas Darwin.
Appi memberikan apresiasi tinggi dan meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk segera melakukan pendampingan teknis terhadap karya anak muda Bontoala ini.
Appi menilai inovasi ini bukan sekadar soal teknologi, melainkan tentang keberanian generasi muda mengambil peran nyata dalam menjaga kebersihan kota sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi.
“Inovasi seperti ini harus kita dorong. Pemerintah Kota Makassar membuka ruang kolaborasi agar karya inovator lokal seperti ini dapat dikembangkan lebih luas dan direplikasi di wilayah lain,” tegas Appi.
Meski telah berhasil secara mandiri, Darwin berharap pemerintah tidak hanya memberikan apresiasi, tetapi juga hadir melalui regulasi dan sistem yang memastikan pengelolaan limbah ini berjalan aman bagi kesehatan publik.
Adapun bahan baku yang digunakan Darwin diambil langsung dari lingkungan sekitar, mulai dari plastik kresek, kemasan makanan, hingga sampah yang dipungut dari kanal-kanal di Makassar.
Langkah ini diharapkan menjadi pemantik bagi warga lain untuk mulai memilah dan mengolah sampah sejak dari sumbernya, guna mewujudkan Makassar yang lebih bersih dan berkelanjutan.
