Kadis Pariwisata Luwu Timur Temui Anggota DPR RI Bahas Pengembangan Danau Matano
3 min read
Danau Matano di Sorowako, Luwu Timur pada 4 Januari 2026. (Foto: Majesty.co.id/Arya Wicaksana)
Majesty.co.id, Jakarta – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, terus melakukan manuver strategis untuk menggenjot sektor pariwisata.
Salah satu upaya Pemkab Luwu Timur adalah membangun komunikasi intensif dengan pemerintah pusat melalui pertemuan informal bersama Anggota DPR RI, Frederik Kalalembang, di Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Luwu Timur, Muhammad Safaat DP, didampingi Kabid KPDP Andi Irfan Saputra serta Ahli Hukum Setdakab Luwu Timur, Zulkifli.
Diskusi santai ini fokus pada penjajakan dukungan program dan anggaran dari pusat untuk pengembangan destinasi wisata di Bumi Batara Guru.
Muhammad Safaat menekankan bahwa Danau Matano menjadi prioritas utama karena memiliki daya tarik kelas dunia yang belum tergarap maksimal.

Ia berharap sinergi dengan wakil rakyat di tingkat nasional dapat memberikan dampak pada peningkatan infrastruktur dan tata kota yang menunjang pariwisata.
“Komunikasi yang intens dengan wakil rakyat di tingkat nasional menjadi langkah strategis untuk membuka peluang dukungan program maupun anggaran. Kita berharap pariwisata dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah,” ujar Safaat.
Ia menambahkan, penataan ruang kota dan ruang terbuka hijau juga menjadi perhatian agar wisatawan mendapatkan kesan positif.
Pengelolaan yang tepat diyakini akan mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta membuka lapangan usaha bagi warga lokal.
Menanggapi hal tersebut, Frederik Kalalembang menyatakan dukungan penuhnya.
Legislator Fraksi Partai Demokrat ini menilai potensi wisata Luwu Timur sangat besar, namun aspek dasar seperti kebersihan, fasilitas umum, dan kenyamanan pengunjung harus menjadi perhatian utama pemerintah daerah.
“Aspek keamanan turut menjadi faktor krusial dalam menciptakan destinasi yang ramah bagi pengunjung. Dengan rasa aman dan nyaman, wisatawan diharapkan tidak hanya datang, tetapi juga memiliki keinginan untuk kembali,” tutur Frederik.
Selain itu, Frederik mengingatkan pentingnya digitalisasi di kawasan wisata dan ketersediaan jaringan internet untuk mendukung promosi alami.
Ia juga mendorong pelibatan aktif UMKM lokal agar perputaran ekonomi di sekitar destinasi, mulai dari kuliner hingga kerajinan, dapat langsung dirasakan masyarakat.
“Perkembangan pariwisata saat ini tidak dapat dipisahkan dari peran teknologi digital. Ketersediaan jaringan internet di kawasan wisata menjadi kebutuhan penting untuk mendukung promosi,” tutup Anggota DPR RI Dapil Sulsel III tersebut.
Diskusi di kafe Jakarta ini bisa menjadi pembuka pintu anggaran yang signifikan bagi Luwu Timur.
