Kapal Terbakar di Selat Hormuz: Tiga Awak WNI dalam Pencarian, 1 dari Luwu Sulsel
2 min read
Ilustrasi kapal tugboat. (Foto: Pexels)
Majesty.co.id, Jakarta – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melaporkan insiden terbakarnya kapal tugboat Musaffah 2 yang membawa 4 awak kapal warga negara Indonesia (WNI).
Kapal tugboat Musaffah 2 berbendera Uni Emirat Arab (UEA) yang mengangkut 7 awak dan termasuk 4 WNI itu, dilaporkan meledak di Selat Hormuz atau wilayah perairan Iran pada Jumat (6/3/2026).
Berdasarkan pernyataan resmi Direktorat Pelindungan WNI (PWNI) Kemlu RI, insiden terjadi di wilayah perairan yang berada di antara Uni Emirat Arab dan Oman pada dini hari waktu setempat.
“Insiden terjadi di Selat Hormuz, di antara perairan UEA dan Oman pada tanggal 6 Maret 2026 pukul 02.00 dini hari waktu setempat,” tulis pernyataan resmi Kemlu RI di Jakarta, Sabtu (7/3/2026) seperti dilansir Kantor Berita ANTARA.
Melansir Kompas.com, salah satu WNI di kapal tersebut berasal dari Desa Pattedong, Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu, Sulsel. Dia adalah Capt. Miswar Maturusi.
Laporan awal menyebutkan bahwa kapal mengalami ledakan hebat sebelum akhirnya terbakar dan tenggelam.
Otoritas keamanan dari UEA dan Oman saat ini tengah melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap penyebab pasti ledakan di jalur pelayaran internasional tersebut.
Hingga saat ini, dari tujuh awak kapal yang terdiri dari warga negara Indonesia, India, dan Filipina, empat orang dilaporkan selamat, sementara tiga lainnya masih hilang.
Dari empat WNI yang berada di kapal tersebut, satu orang tengah menjalani perawatan medis.
“Khusus kondisi awak 4 awak WNI, 1 WNI sedang mendapat perawatan luka bakar di rumah sakit di Kota Khasab, Oman. Sedangkan 3 WNI lainnya masih terus diupayakan pencarian oleh otoritas setempat,” lanjut pernyataan tersebut.
Kemlu juga mengonfirmasi adanya satu WNI lain yang berada di lokasi kejadian namun berada di kapal berbeda, sehingga dinyatakan selamat dari maut.
Perwakilan RI di UEA dan Oman terus melakukan koordinasi ketat untuk memastikan penanganan terbaik bagi korban selamat dan percepatan pencarian korban hilang.
Menyikapi eskalasi situasi di kawasan tersebut, Kemlu kembali mengeluarkan imbauan bagi seluruh WNI yang bekerja di sektor maritim maupun yang berdomisili di Timur Tengah untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra.
“Segera lakukan lapor diri untuk memastikan respon cepat dan tepat dari Perwakilan RI. Dalam keadaan darurat, segera hubungi hotline Perwakilan RI terkait,” tegas Kemlu RI.
Pemerintah RI juga berkomitmen untuk terus menyampaikan perkembangan terbaru mengenai proses pencarian tiga WNI tersebut kepada pihak keluarga di tanah air.
