08/02/2026

Majesty.co.id

News and Value

Pesan Appi pada Silaturahmi Ketua RT-RW Kota Makassar

2 min read
Appi menekankan bahwa RT-RW adalah ujung tombak yang bersentuhan langsung dengan persoalan warga Makassar.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi bersama istri, Melinda Aksa berswafoto dengan ketua RT-RW pada silaturahmi di Pantai Indah Bosowa. (Foto: Istimewa/HO)

Majesty.co.id, Makassar — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi mempertegas peran strategis Ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) sebagai garda terdepan pelayanan publik.

Dalam silaturahmi yang digelar di Pantai Indah Bosowa, Minggu (8/2/2026), Appi menekankan bahwa RT-RW adalah ujung tombak yang bersentuhan langsung dengan persoalan warga.

Appi bahkan menyebut ketua RT-RW sama dengan wali kota. Jabatan tersebut adalah hasil pilihan masyarakat.

“RT-RW dan wali kota itu sama, kita dipilih oleh masyarakat melalui ujung paku. Artinya, amanah ini harus dibalas dengan kerja nyata dan pelayanan maksimal,” tegas Appi di hadapan seluruh Ketua RT/RW se-Kota Makassar.

Advertisement
Ikuti Saluran WhatsApp Majesty.co.id

Appi mengingatkan agar tidak ada ketua RT-RW yang abai terhadap keluhan warga, mulai dari masalah sampah hingga akses kesehatan di Puskesmas.

Ia menargetkan dalam lima tahun kepemimpinannya, pelayanan publik harus benar-benar dirasakan tanpa sekat, termasuk penyediaan seragam sekolah gratis dan kemudahan akses air bersih melalui PDAM.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja lingkungan, Pemerintah Kota Makassar menjanjikan penghargaan bagi RT-RW terbaik pada akhir tahun dengan total hadiah mencapai ratusan juta rupiah.

Untuk mempercepat respons pemerintah, Wali Kota Appi memperkenalkan aplikasi Lontara Plus.

Seluruh RT-RW diwajibkan menggunakan aplikasi ini untuk meneruskan aduan warga terkait infrastruktur seperti jalan, sampah, dan drainase.

“Aduan yang tidak ditindaklanjuti dalam dua hari akan langsung masuk ke ponsel pribadi saya untuk dievaluasi,” ujar Appi menekankan pentingnya kecepatan penanganan masalah di lapangan.

Terkait tata kelola bantuan sosial (bansos), Munafri menegaskan penggunaan sistem digital agar pembagian sembako tepat sasaran dan transparan. Ia melarang keras praktik pilih kasih dalam penyaluran bantuan.

“Tidak boleh lagi ada cerita yang dapat bantuan itu hanya sepupunya Pak RT atau Pak RW. Bansos harus sampai kepada warga yang benar-benar membutuhkan,” imbuhnya.

Di akhir arahannya, Appi juga melarang segala bentuk pungutan liar (pungli) di tingkat kelurahan dan meminta RT-RW aktif mengawasi oknum ASN yang menyalahgunakan kewenangan.

Ia mengajak seluruh perangkat lingkungan untuk bersatu membangun Makassar tanpa sekat politik demi kesejahteraan warga.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.