08/04/2026

Majesty.co.id

News and Value

Rapat Bulanan PKK Luwu Timur Tekankan Validasi Data Anak Tidak Sekolah

2 min read
Kegiatan ini dibuka oleh Ketua II Bidang Pendidikan dan Peningkatan Ekonomi Keluarga, Herni Bahar.
Foto bersama Pengurus Tim Penggerak PKK Luwu Timur usai rapat bulanan di Malili. (Foto: Warta Lutim)

Majesty.co.id, Luwu Timur — Tim Penggerak PKK Kabupaten Luwu Timur menggelar rapat bulanan pengurus tahun 2026 untuk memperkuat koordinasi program kerja.

Kegiatan ini dibuka oleh Ketua II Bidang Pendidikan dan Peningkatan Ekonomi Keluarga, Herni Bahar, mewakili Ketua TP PKK Luwu Timur di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Malili, Selasa (7/4/2026).

Rapat ini dihadiri oleh Sekretaris PKK Luwu Timur, Asriani Safitra Ridwan, serta seluruh perwakilan pengurus PKK kecamatan se-Kabupaten Luwu Timur.

Dalam arahannya, Herni Bahar menekankan pentingnya peran aktif kader dalam mendukung program pemerintah, terutama di sektor pendidikan dan ekonomi keluarga hingga ke tingkat dasawisma.

Advertisement
Ikuti Saluran WhatsApp Majesty.co.id

Dalam forum tersebut, Ketua Pokja II TP PKK Luwu Timur, Amin Sri Muhammad, menyoroti isu krusial mengenai masih tingginya jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS) di Bumi Batara Guru.

Ia meminta para pengurus di tingkat kecamatan dan desa melakukan pendataan yang lebih akurat.

“Pendataan ATS masih terbilang banyak. Untuk menuntaskan hal ini, kami meminta pendataan yang valid berdasarkan *by name by address*, termasuk alasan mereka tidak melanjutkan sekolah,” ujar Amin Sri Muhammad.

Amin menjelaskan bahwa kategori ATS mencakup anak yang tidak pernah mengenyam pendidikan formal maupun nonformal, anak yang tidak melanjutkan sekolah, serta anak yang putus sekolah.

Validasi data ini dianggap penting agar intervensi yang diberikan tepat sasaran.

Selain masalah ATS, PKK Luwu Timur juga menyoroti masih adanya desa yang belum memiliki fasilitas TK PAUD, salah satunya Desa Batu Putih di Kecamatan Burau.

Hal ini menjadi tantangan dalam merealisasikan program nasional satu desa satu PAUD.

“Ini tentu membutuhkan intervensi dari pengurus kecamatan dan desa agar program satu PAUD satu desa bisa dituntaskan,” tambah Amin.

Sebagai solusi penguatan ekonomi, PKK juga mendorong pembentukan Rumah DILAN (Pendidikan dan Keterampilan) di setiap kecamatan.

Wadah ini diproyeksikan sebagai pusat pemberdayaan masyarakat dalam mengolah barang bekas menjadi produk bernilai ekonomis.

“Melalui Rumah DILAN, masyarakat dapat diberdayakan untuk mengolah barang-barang bekas menjadi sesuatu yang bernilai tambah, sehingga dapat membantu meningkatkan pendapatan keluarga,” jelasnya.

Rapat rutin ini diharapkan menjadi momentum bagi PKK Luwu Timur untuk lebih masif dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya pada aspek pendidikan anak dan pemberdayaan ekonomi berbasis keluarga.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.